> >

Klaster Jenguk Orang Sakit Terjadi di Garut, 24 Warga Positif Covid-19

Kesehatan | 21 Mei 2021, 11:15 WIB
Salah satu potret perjuangan tenaga medis Indonesia sebagai garda terdepan penanganan Covid-19. (Sumber: KompasTV)

GARUT, KOMPAS.TV - Berawal dari menjenguk salah satu warga yang sakit, sebanyak 24 orang di kecamatan Bungbulang, Garut positif terpapar Covid-19.

Hal itu bermula saat warga yang dijenguk ternyata terkonfirmasi positif Covid-19 setelah menunjukkan gejala corona.

Humas tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Pemkab Garut Yeni Yunita mengatakan, pihaknya kemudian melakukan tracing dan menemukan sejumlah warga yang tilik terpapar Covid-19.

"Setelah beberapa hari sakit, gejalanya mengarah ke Covid, akhirnya di-swab dan dinyatakan positif, kemudian di-tracing hingga ada 24 orang yang juga positif," kata Yeni dikutip dari Kompas.com, Kamis (20/5/2021).

Baca Juga: Kasus Covid-19 Melonjak, Dinkes Perpanjang Masa Wajib Negatif PCR untuk Masuk Kalbar

Sebanyak 22 warga diisolasi di GOR desa, sementara 2 lainnya dirawat di RSUD.

Petugas kesehatan setempat pun langsung diturunkan ke kampung tersebut dan melakukan swab terhadap warga yang sempat berinteraksi dengan pasien Covid-19.

Untuk mencegah penularan, kampung tersebut terpaksa ditutup dan harus melakukan isolasi mandiri sampai 10 hari kedepan.

"Kampungnya sudah lockdown sejak selasa sampai 10 hari kedepan," ujarnya.

Menurut sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Leli Yuliani, klaster di kampung tersebut juga disebabkan oleh anak yang menjenguk orang tua.

Baca Juga: Posko Penyekatan Mendapati 192 Pemudik yang Kembali ke Jakarta Positif Covid-19

"Awalnya ada orangtua dikunjungi anaknya dua minggu lalu dari Bandung, anaknya pernah positif, tapi bulan Januari," kata Leli.

Selain itu, di kampung itu juga terdapat tempat wisata pemandian, sehingga Leli belum bisa memastikan awal mula penularan Covid-19.

Penulis : Dian Nita Editor : Iman-Firdaus

Sumber : Kompas TV


TERBARU