> >

Buntut Pengusiran oleh Paspampres, Puluhan Wartawan Demo di Depan Kantor Wali Kota Medan

Peristiwa | 16 April 2021, 12:51 WIB
Unjuk rasa wartawan mengkritisi pengamanan berlebihan yang diduga menghalangi kinerja jurnalis di lingkungan Pemkot Medan sejak Menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Bobby Nasution menjadi wali kota, Kamis (15/4/2021) (Sumber: cnn.com)

MEDAN, KOMPAS.TV - Puluhan jurnalis cetak, online dan elektronik melakukan aksi protes di depan kantor Wali Kota Medan pada Kamis (15/4/2021).

Protes tersebut dilakukan terkait Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), Polisi hingga Satpol PP yang mengusir wartawan saat hendak melakukan wawancara (doorstop) kepada Wali Kota Medan Bobby Nasution pada Rabu (14/4/2021) lalu.

Hal tersebut terkuak melalui video yang tersebar di media sosial dan sempat menjadi viral. Dalam video yang beredar terlihat jurnalis wanita media online bernama Hani Ritonga diminta pergi oleh oknum polisi, saat hendak menunggu Bobby untuk doorstop di halaman Balai Kota Medan.

Meski sudah menjelaskan maksudnya, petugas tersebut tetap mengusir Hani. Saat diwawancarai Hani membenarkan kejadian itu. Bahkan dia dan temannya juga diusir saat hendak mendekati Bobby Nasution.

Ini merupakan kali pertama ada petugas yang mengusir wartawan menunggu Wali Kota di halaman Balai Kota Medan.

Biasanya, di era Wali Kota sebelumnya, wartawan yang menunggu di depan halaman Balai Kota tidak pernah sampai diusir.

"Jangan di sini nggak boleh. Di situ ada Satpol PP, polisi dan Paspampres datang, kami cekcok," ujar Hani.

Baca Juga: VVIP: Soleh Solihun, dari Wartawan ke Dunia Comedy

Di sisi lain, PWI Sumut mengkritik pengamanan yang dilakukan terhadap Bobby. PWI meminta pengamanan Bobby tidak menghalangi wartawan yang hendak mewawancarai Bobby.

"Tidak boleh polisi, Paspampres menghalangi tugas jurnalistik wartawan," kata Ketua PWI Sumut Hermansjah kepada wartawan, Kamis (15/4/2021).

Hal itu disampaikan Herman karena ada wartawan yang dinilainya dihalangi untuk mewawancarai Bobby di kantor Wali Kota Medan.

Wartawan itu disebut dihalangi oleh Satpol PP, polisi, hingga Paspampres yang berada di kantor Wali Kota Medan.

Penulis : Fransisca Natalia Editor : Iman-Firdaus

Sumber : Kompas TV


TERBARU