> >

Jokowi Instruksikan Menteri PUPR Segera Perbaiki Infrastruktur di NTT dan NTB

Peristiwa | 6 April 2021, 11:47 WIB

JAKARTA, KOMPASTV - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan instruksi kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono untuk mempercepat perbaikan infrastruktur yang rusak akibat bencana banjir di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Saya lihat ada beberapa jembatan yang roboh, akses jalan juga, segera pulihkan," kata kepala negara dalam rapat terbatas membahas penanganan bencana di NTT dan NTB di Istana Kepresidenan secara virtual, Selasa (6/4/2021). 

 

Presiden Joko Widodo menanggapi Bencana di Provinsi NTT dan NTB, Jakarta, 5 April 2021 (Sumber: Tangkapan Layar Youtube Setpres)

Baca Juga: Presiden Jokowi Minta Proses Evakuasi Korban Bencana di NTT dan NTB Dipercepat

Jokowi juga meminta jajarannya untuk segera memulihkan jaringan listrik, akses internet, hingga bahan bakar minyak.

"Jaringan listrik, jaringan telekomunikasi, jaringan internet, juga distribusi logistik dan BBM, sehingga bantuan dapat segera tersalurkan kepada masyarakat yang menjadi korban bencana," kata Jokowi.

Tak hanya itu, Presiden RI ini juga meminta agar mempercepat proses evakuasi termasuk di wilayah yang terisolir dan pulau-pulau terkecil di sekitar NTT dan NTB.

"Percepatan proses evakuasi pencarian dan penyelamatan korban yang belum ditemukan, saya minta kepala BNPB, kepala Basarnas, dibantu dengan panglima TNI dan Kapolri serta seluruh jajarannya mengerahkan menambahkan tambahan SAR," kata dia.

Baca Juga: Bahas Penanganan Bencana di NTT dan NTB, Ini Pernyataan Lengkap Jokowi

"Sehingga dapat menjangkau lebih banyak wilayah terdampak, termasuk wilayah terisolir, dan berbagai gugus tugas dan berbagai gugus Pulau di NTT, Pulau Alor, Pulau Pantar dan pulau-pulau lainnya," imbuh Jokowi.

Dalam proses evakuasi ini, ia menginstruksikan Menteri PUPR untuk mengerahkan alat-alat berat dari berbagai tempat.

"Jika jalur darat masih sulit ditembus, Saya juga minta agar dipercepat pembukaan akses melalui laut maupun udara," dia menegaskan.

Hal ini penting dilakukan mengingat akibat dari bencana tersebut sebanyak 128 orang meninggal, 71 orang hilang, dan 8.424 orang mengungsi.

Penulis : Isnaya Helmi Editor : Purwanto

Sumber : Kompas TV


TERBARU