> >

Kalsel Minim Jembatan Timbang untuk Mengontrol, Tonase Angkutan Berlebih Percepat Kerusakan Jalan

Berita daerah | 26 Februari 2021, 23:24 WIB

BANJARBARU, KOMPAS.TV - Pasca banjir pada januari lalu,  kerusakan Jalan Gubernur Syarkawi menjadi semakin parah.

Kerusakan yang terjadi sejak sebelum banjir itu disebabkan beragam factor.

Satu diantaranya adalah minimnya sarana jembatan timbang di Kalimantan Selatan untuk mengontol atau mengukur beban muatan angkutan barang.

Baca Juga: Tak Ingin Kembali Kebanjiran, Warga Rela Sebagian Lahannya Dibongkar Untuk Normalisasi Sungai

Di Kalsel terdapat  jembatan timbang Lianganggang yang berlokasi di Jalan Achmad Yani Kilometer 19 Banjarbaru namun sudah dinonaktifkan.

Sementara  jembatan timbang di Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut tengah direhab total dan ditargetkan selesai tahun ini.

Akibatnya, muatan angkutan yang melintas dapat melebihi ketentuan dan mempercepat kerusakan jalan.

“Jembatan timbang di Kalsel kan ada dua, satu di Lianganggang yang kondisinya rusak dan satu di Kintap.Untuk di Kintap kemarin sudah direhab total dan tahun ini selesai,” terang Kasi Sarana Dan Prasarana Transportasi Jalan, Suwandi.

Baca Juga: "Stick Cone" Pembatas Lajur Sepeda Dilepas, Dishub : Dampak Banjir dan Mendukung Normalisasi Sungai

Balai Pengelola Transportasi Darat  Kalimantan Selatan kini sedang melakukan studi kelayakan awal untuk mencari lokasi membangun  jembatan timbang.

Selain itu  Pemerintah Kota Banjarmasin telah menyiapkan tanah di samping pengujian kendaraan sepeda motor di Banjarmasin dengan luasan dua hektat, namun  dianggap kurang strategis lantaran bisa menyebabkan kemacetan.

Penulis : KompasTV-Banjarmasin

Sumber : Kompas TV


TERBARU