> >

Fakta Satu Desa Mendadak Kaya: Terbanyak Dapat Rp 28 Miliar tapi Sedikit Dipakai Usaha

Peristiwa | 17 Februari 2021, 04:40 WIB
Foto sejumlah warga Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, dengan ramai-ramai membeli mobil baru. (Sumber: Tribunnews/Istimewa)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Warga satu desa di Tuban, tepatnya Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Provinsi Jawa Timur, ramai-ramai memborong mobil. Mereka mendadak menjadi miliarder setelah menjual tanah kepada PT Pertamina.

Tanah itu dijual untuk pembangunan kilang minyak grass root refinery (GRR) yang bekerja sama dengan perusahaan Rusia, Rosneft.

Kepala Desa Sumurgeneng Gihanto mengungkapkan, di desanya terdapat 840 KK, sedangkan yang lahannya dijual karena masuk penetapan lokasi (penlok) kilang minyak ada sekitar 225 KK.

Baca Juga: Warga Satu Desa di Tuban Borong Ratusan Mobil Baru Hasil Jual Tanah

Dari penjualan tersebut, warga rata-rata mendapat uang sebesar Rp 8 miliar.

Menurutnya, PT Pertamina menghargai tanah warga lebih tinggi dari biasanya. Sekitar Rp 600.000 sampai Rp 800.000 per meter.

Gihanto menjelaskan, warga yang memiliki empat hektare lahan mendapat uang senilai Rp 26 miliar.

Ada juga warga yang mendapat Rp 28 miliar. Warga tersebut berasal dari Surabaya tetapi memiliki lahan di desa tersebut.

Menurut Gihanto, sebagian besar warga memakai uang tersebut untuk membeli mobil. Lalu, ada warga yang membeli tanah di daerah lain dan membangun rumah.

Adapun warga yang menggunakan uang itu sebagai modal usaha hanya beberapa orang.

"Yang dibuat untuk usaha sedikit, banyak yang digunakan untuk beli mobil, sudah ada 176 mobil baru yang dibeli secara bertahap, kemarin baru datang 17 mobil," kata Gihanto seperti dikutip dari Surya.co.id, Selasa (16/2/2021).

Kondisi itu membuat Gihanto khawatir. "Ada rasa kekhawatiran karena sedikit yang dibuat usaha," kata Gihanto.

Salah satu warga, Mulyadi tak memerinci jumlah uang yang didapat dari penjualan tanahnya.

Ia menjual setengah hektare tanah miliknya kepada PT Pertamina. Sebagian uang tersebut dipakai untuk membeli mobil baru.

Mulyadi beralasan, mobil itu digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. "Tanah saya setengah hektare, sebagian uangnya untuk membeli mobil," katanya.

Baca Juga: Ogah Beli Mobil Murah, Segini Harga Mobil yang Diborong Warga Jenu Tuban

Penjualan Dealer Naik 400 Persen

Sementara itu, proyek kilang minyak juga membawa berkah tersendiri dari sejumlah dealer mobil di kawasan tersebut. Seperti yang diutarakan Kepala Cabang Bengkel Auto2000 Tuban, Ari Surjono.

Ari mengatakan bahwa sejak adanya pembelian tanah di wilayah Jenu penjualan mobil di Auto 2000 mengalami peningkatan yang cukup tinggi.

Tidak tanggung-tanggung sejak April 2020 penjualan mobil di wilayah Jenu, Tuban, meningkat hingga 400 persen.

“Saat di tempat lain terkena dampak pandemi Covid-19, di sini (Tuban) justru marketnya naik, karena banyak warga Jenu yang membeli mobil,” tutur Ari, Selasa (16/2/2021), dikutip dari Kompas.com.

Dia memperkirakan, peningkatan penjualan mobil di wilayah Tuban akan terus terjadi hingga proyek kilang minyak berjalan.

“Akan terus naik penjualan mobil, nanti kalau proyek kilang minyak sudah berjalan kan banyak kontraktor yang masuk ke dalamnya untuk proses pembangunan,” jelas dia.

Baca Juga: Warga Tuban Borong 176 Mobil, Netizen Ingatkan Jangan Lupa Bikin Garasi

 

Penulis : Fadhilah

Sumber : Kompas TV


TERBARU