> >

Penyebab Cuaca Ekstrem di Manado Sulawesi Utara, Ini Kata BMKG

Peristiwa | 24 Januari 2021, 00:13 WIB
Banjir dan tanah longsor terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi dan struktur tanah yang labil di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara. (Sumber: BPBD Kota Manado via bnpb.go.id)

MANADO, KOMPAS.TV - Cuaca ekstrem di Manado, Sulawesi Utara (Sulut), yang menyebabkan banjir di wilayah itu terjadi karena pengaruh La Nina.

Hal tersebut dikatakan Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Bitung, Ricky Daniel Aror.

Menurutnya, suhu permukaan laut (SPL) di barat Pasifik masih menunjukkan anomali positif yang kuat.

Baca Juga: Dianggap Mukjizat, Patung Bunda Maria dan Salib Tetap Berdiri Kokoh Diterjang Banjir Manado

"Di tenggara Jepang, Filipina, dan utara Sulawesi, suhu permukaan laut hangat. Penguapan tinggi," kata Ricky dikutip dari Kompas.com, Sabtu (23/1/2021).

La Nina merupakan fenomena iklim yang berlawanan dengan El Nino. Pada La Nina, fenomena yang terjadi adalah musim hujan yang panjang. Sementera, El Nino adalah musim kemarau yang panjang.

Ricky menyebut, massa udara yang membawa banyak uap air bergerak dari timur laut dengan kecepatan angin yang lumayan kencang.

"Melambat ketika masuk ke utara Sulawesi, terjadi penumpukan massa udara yang cenderung hanya di pesisir semenanjung Sulawesi Utara yang menyerupai sendok (cekungan) sehingga memicu juga pertumbuhan awan-awan orografi," jelasnya.

Ia menuturkan, awan yang terbentuk seperti tersangkut di Pulau Sulawesi, langsung jatuh sebagai hujan di sisi utara dan barat Sulawesi.

"Sisi timur, tenggara dan selatan Sulawesi cenderung cerah karena hujan sudah jatuh (akibat tersangkut) di daratan Sulawesi," kata dia.

Penulis : Fadhilah

Sumber : Kompas TV


TERBARU