> >

Gelar Lapak Mengaji di Taman, Muda-Mudi Banjarmasin Berjuang Entaskan Buta Huruf Al-Quran

Berita daerah | 22 September 2020, 19:11 WIB

BANJARMASIN, KOMPAS.TV - Ada satu aktivitas yang berbeda dan membawa aura ketenangan, diantara hiruk pikuk aktivitas ruang terbuka hijau Taman Kamboja di Jalan Anang Adenansi, Banjarmasin.

Beberapa anak-anak ataupun kawula muda berkumpul di lapak mengaji, untuk melantunkan ayat-ayat alquran, dengan beralasan spanduk bekas dan meja yang telah disiapkan lengkap dengan alquran ataupun iqra diatasnya.

Baca Juga: Tempat Wisata Baru, Restoran Terapung Banjarmasin Resmi Dibuka

Sejumlah relawan dari pemuda-pemudi nampak tekun mendampingi mereka hanya untuk sekadar belajar mengaji.

Gerakan lapak mengaji secara gratis ini sudah dilakukan selama satu tahun yang digelar rutin dalam dua pekan, mulai pukul 08.00 hingga 10.00 Wita.

Keprihatinan mereka untuk mengentaskan buta aksara alquran di kota Banjarmasin menjadi alasan dibukanya lapak mengaji, sekaligus mengingatkan kembali hapalan alquran di ruang terbuka hijau.

"Saya inginkan anak-anak kecil di Taman Kamboja Banjarmasin bisa membaca Alquran. Kalau sudah bisa, paling tidak mengingatkan lagi bacaan mereka," ujar penggagas lapak mengaji, Ahmad Baihaqie.

Sementara itu, Ayu Manda Lestari yang menyandang sebagai tenaga pengajar relawan yang masih duduk di bangku kelas tiga di Madrasah Aliyah Negeri 3 Banjarmasin ini sengaja mengabdikan dirinya untuk bermanfaat bagi orang lain dengan menyediakan waktu luangnya sebagai amal ibadah.

Perempuan yang pernah mengajar di Taman Pendidikan Alquran ini tertarik mengisi waktu luangnya lantaran diklaimnya masih banyak ditemukan anak-anak yang belum lancar mengaji.

"Niatnya hanya mendedikasikan diri agar bermanfaat bagi orang lain. Kalau tidak bisa berbagi dana, setidaknya mengorbankan waktu sebagai pahala," ujar perempuan berusia 17 tahun ini.

Baca Juga: Memancing Jadi Kegemaran Selama Pandemi, Penjualan Alat Pancing Meningkat

Tak hanya sampai di sini, sejumlah relawan ini berencana melebarkan kegiatan mengaji ini dengan blusukan ke daerah-daerah terpencil untuk mengajari anak-anak mengaji. 

Mereka tak ingin budaya agamis di kalangan anak-anak luntur. Apalagi dengan perkembangan teknologi saat ini.

Selain itu pula, aksi kegiatan mengaji ini belum ada sentuhan dari pemerintah. Sehingga mereka hanya bisa menggunakan fasilitas seadanya dan mengharapkan bantuan dari para dermawan.

Penulis : KompasTV-Banjarmasin

Sumber : Kompas TV


TERBARU