> >

Soal Suporter Boikot, Tira Persikabo Berharap Stadion Dipenuhi Penonton

Kompas sport | 8 Maret 2020, 06:13 WIB

SLEMAN, KOMPAS.TV - Tira Persikabo bertekat meraih poin pertamanya di kandang PSS Sleman dalam lanjutan Liga I pada Minggu (08/03/2020) malam di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta.

Meski diuntungkan dengan ancaman boikot dari suporter fanatik PSS Sleman, kubu laskar pajajaran  berharap stadion dipenuhi oleh para penonton.

Jelang laga kontra tuan rumah PSS Sleman, 18 pemain Tira Persikabo menggelar latihan di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (07/03/2020) sore.

Latihan ini dipimpin langsung pelatih kepala Igor Nikola-Yevich.

Setelah kalah 0-2 dalam laga perdananya melawan Arema FC, pelatih asal Belarusia ini bertekat bisa meraih poin pertama di kandang Elang Jawa.

Igor Nikolayevich Kriushenko mengaku tidak mudah untuk mencuri poin di kandang PSS Sleman.

Selain tuan rumah yang juga bertekat meraih poin pertama setelah kalah dari PSM Makassar 2-1 pada pekan lalu, PSS Sleman juga telah telah diperkuat beberapa pemain yang baru bergabung jelang laga kontra Tira Persikabo.

Terkait ancaman boikot memberi dukungan langsung di stadion yang disuarakan ribuan suporter fanatik PSS Sleman, kubu Tira Persikabo menilai hal itu bukan keuntungan bagi mereka.

Laskar Pajajaran justru berharap sebaliknya dan meminta para penonton bisa memenuhi stadion.

"Saya rasa pertandingan nanti akan berjalan menarik dan kedua tim akan menunjukkan pertandingan terbaiknya untuk meriah poin pertama mereka. Diharapkan untuk para pendukung untuk datang ke stadion. Karena sepak bola tanpa pendukung tidak menarik." kata Kriushenko.

Laga antara PSS Sleman Vs Tira Persikabo akan digelar pada Minggu (08/03/2020) sore.

Hingga satu hari jelang laga, pihak manajemen PSS Sleman dan kubu suporter yang mengancam akan melakukan boikot belum mencapai kesepakatan.

Sebelumnya, ribuan suporter fanatik PSS Sleman menuntut pihak manajemen melaksanakan delapan tuntutan perbaikan Tim Elang Jawa.

Penulis : Reny-Mardika

Sumber : Kompas TV


TERBARU