> >

Ketum PSSI Persilahkan Shin Tae-yong Mundur, Erick Thohir: Kita Punya Komitmen

Sepak bola | 30 Januari 2024, 18:05 WIB
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengungkapkan bahwa ia tidak keberatan apabila pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya. (Sumber: PTPN Group)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengungkapkan bahwa ia tidak keberatan apabila pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Pernyataan ini muncul setelah Shin Tae-yong menyatakan bahwa seharusnya ia tidak menjadi pelatih di negara-negara Asia Tenggara.

"Saya kan orang profesional, jadi saya pegang prinsip itu. Jika coach Shin mau mundur, saya tidak bisa nolak," ujar Erick, Selasa (30/1/2024).

"Tapi kesepakatan saya dan STY yang kontraknya habis hingga Juni, ada dua parameter, yakni timnas senior lolos 16 besar Piala Asia yang kemarin dan 8 besar Piala Asia U23 bagi timnas muda kita."

"Kita punya komitmen itu, baru kemudian bicara perpanjangan untuk 2027," lanjut Erick Thohir.

Erick menjelaskan bahwa ada dua parameter komitmen yang harus dijalani oleh Shin Tae-yong, yaitu mencapai 16 besar di Piala Asia oleh timnas senior dan membawa Timnas Indonesia U23 melaju ke perempat final Piala Asia U23 2024. Kontrak Shin Tae-yong sendiri masih berlaku hingga Juni 2024.

Baca Juga: Hasto Jawab Prabowo soal Isu Perusakan Surat Suara, Bahas soal Karma

"Oleh karenanya di Piala Asia U23, April besok, Indonesia harus bisa berbicara banyak. Apalagi banyak pemain U23 kita masuk dalam skuad timnas senior kemarin dan beberapa pemain sering jadi starting eleven," papar Erick.

"Itu modal yang sangat besar bagi STY untuk membuat kejutan," tambah Ketum PSSI tersebut.

Meskipun Erick menyatakan kepuasannya terhadap kinerja Shin Tae-yong selama menangani timnas Indonesia sejak 2019, namun ia juga menekankan pentingnya menetapkan target prestasi di tingkat Asia untuk pelatih tersebut.

Erick juga menyoroti kebutuhan untuk memperbaiki sektor penyerangan Timnas Indonesia, terutama setelah melihat kekurangan "goal getter" di Piala Asia sebelumnya.

Penulis : Kiki Luqman Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV, Tribun News


TERBARU