> >

Tak Dapat Sanksi Berat, Pengamat: FIFA Melihat Indonesia Negara Penting

Sepak bola | 7 April 2023, 19:51 WIB
Ketua Umum PSSI saat bertemu dengan Presiden FIFA Gianni Infantino dalam upaya negosiasi untuk menghindarkan Indonesia dari sanksi FIFA. (Sumber: PSSI)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Pengamat sepak bola M. Kusnaeni mengatakan bahwa FIFA melihat Indonesia adalah negara yang penting untuk sepak bola masa depan.

Menurut pria yang akrab disapa Bung Kus itu, FIFA melihat bahwa pada masa depan, sepak bola Indonesia bisa menjadi salah satu yang terdepan di Asia.

"Indonesia sebagai bangsa mendapatkan perhatian penting dari FIFA karena Indonesia punya 190 juta pendukung/penggemar sepak bola di antara 280 juta penduduknya," kata Bung Kus kepada Kompas TV, Jumat (7/4/2023).

"190 juta ini, di samping menyukai sepak bola, banyak yang fanatik bahkan militan. Apalagi kalau sudah bicara media sosial. Indonesia itu di media sosial gahar banget kalau kata orang. Dan FIFA juga memperhatikan itu."

"Jangan lupa pula di antara negara-negara Asia, Indonesia mungkin jumlah penduduknya masih kalah dibandingkan China dan India, tapi jumlah penduduk yang menyukai sepak bola itu lebih besar daripada China dan India."

FIFA memang memperlihatkan keseriusannya membantu Indonesia untuk melakukan transformasi sepak bola setelah Tragedi Kanjuruhan pada Oktober 2022 lalu. Bahkan sejumlah perwakilan FIFA bersedia untuk berkantor di Indonesia.

Baca Juga: Soal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U17, Indonesia Diminta Fokus Dulu pada Upaya Pencabutan Sanksi FIFA

Selain itu, organisasi pimpinan Gianni Infantino itu juga tidak memberikan sanksi berat kepada Indonesia usai batal menjadi tuan rumah Piala Dunia U20.

Dalam pernyataannnya, Kamis (6/4/2023) kemarin, FIFA kembali menyatakan kesiapannya untuk memberikan bantuan yang diperlakukan Indonesia untuk memajukan sepak bola.

Bung Kus mengatakan, FIFA bersedia melakukan hal ini karena mereka melihat bahwa Indonesia adalah negara yang penting pada masa depan, termasuk dalam urusan sepak bola.

"FIFA melihat bahwa masa depan sepak bola itu bukan di Eropa. Eropa itu masa kini tapi masa depan itu di Asia. Perkembangan sepak bola di Asia akan menjadi sangat pesat dalam 10-20 tahun ke depan," kata Bung Kus.

"Dan Indonesia menjadi salah satu yang terdepan, dengan potensi penduduknya yang luar biasa, pertumbuhan ekonominya sangat baik dan FIFA juga memperhatikan tahun lalu Indonesia menjadi presidensi G-20."

"FIFA memperhatikan hal-hal seperti itu. FIFA itu melihat Indonesia negara penting, bukan negara kaleng-kaleng," ujarnya.

Baca Juga: Lepas dari Sanksi Berat FIFA, Indonesia Harus Serius Lakukan Transformasi Sepak Bola Nasional

Penulis : Rizky L Pratama Editor : Fadhilah

Sumber : Kompas TV


TERBARU