> >

Aib Gijon: Kala Jerman dan Austria Sekongkol Singkirkan Aljazair dari Piala Dunia 1982

Sepak bola | 11 Oktober 2022, 07:10 WIB
Jerman Barat dan Austria bersekongkol untuk menyingkirkan Aljazair di Piala Dunia 1982. Laga ini sering dijuluki sebagai Disgrace of Gijon atau Aib Gijon. (Sumber: Planet Football)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Piala Dunia 1982 yang digelar di Spanyol memiliki satu kisah kontroversial. Kisah tersebut sering disebut sebagai Disgrace of Gijon atau Aib Gijon. 

Hal itu merujuk kepada aksi persekongkolan licik antara Timnas Jerman Barat dan Austria untuk menyingkirkan tim debutan, Aljazair. 

Aljazair, Austria, serta Jerman Barat tergabung di Grup 2 Piala Dunia 1982 bersama wakil Amerika Selatan, Chile. 

Sebagai debutan, Aljazair mengawali turnamen dengan impresif. Mereka sukses melumat Jerman Barat dengan skor 2-1 lewat gol-gol Rahab Madjer (54') dan Lakhdar Belloumi (68'). 

Baca Juga: Lionel Messi: Piala Dunia 2022 akan Jadi yang Terakhir untuk Saya

Sementara Jerman Barat sempat memperkecil kedudukan melalui gol Karl-Heinz Rummenigge pada menit 67. 

Akan tetapi, dalam matchday kedua, Aljazair harus mengakui keunggulan Austria. Kala itu, Austria menang dengan skor 2-0 dan pada waktu bersamaan, Jerman sukses mencukur Chile 4-1. 

Dengan demikian, Aljazair, Austria, dan Jerman Barat sama-sama mengoleksi 4 poin dari 2 matchday. Alhasil, dua tiket ke babak selanjutnya harus ditentukan lewat matchday terakhir. 

Pada pertandingan terakhir yang terjadi di Estadio Carlo Tartiere, 24 Juni 1982, Aljazair mampu menuntaskan laga terakhirnya dengan kemenangan 3-2 atas Chile. 

Kemenangan tersebut menempatkan Aljazair di posisi kedua Grup 2. Aljazair akan lolos ke babak berikutnya jika Jerman tidak mampu mengalahkan Austria.

Tim Main Menang Imbang Kalah MG KG SG Poin
Austria 2 1 0 0 3 0 +3 4
Aljazair 3 2 0 1 5 5 0 4
Jerman Barat 2 1 0 1 5 3 +2 2
Chile 3 0 0 3 3 8 -5 0

Berselang satu hari, hal yang ditakutkan Aljazair terjadi. Jerman Barat bertanding melawan Austria di Stadion El Molinon, Gijon. 

Penulis : Gilang Romadhan Editor : Iman-Firdaus

Sumber : Kompas TV/Bleacher Report


TERBARU