> >

Jauh Sebelum Tragedi Kanjuruhan, Mahfud MD Sebut Panpel Sudah Diminta Agar Pertandingan Digelar Sore

Sepak bola | 2 Oktober 2022, 12:34 WIB
Aremania ricuh di Stadion Kanjuruhan, Malang, buntut kekalahan Arema FC atas Persebaya Surabaya 2-3, Sabtu (1/10/2022) malam. (Sumber: SURYAMALANG.COM/Purwanto)

YOGYAKARTA, KOMPAS.TV - Pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) malam memakan ratusan korban meninggal dan luka-luka.

Sejatinya, sebelum tragedi memilukan di Kanjuruhan terjadi, sebenarnya Menko Polhukam Mahfud MD menyebut aparat kepolisian telah mengusulkan kepada panitia pelaksana pertandingan (panpel) agar laga dilaksanakan pada sore hari, bukan malam hari.

Selain itu, jumlah penonton juga diusulkan agar disesuaikan dengan kapasitas Stadion Kanjuruhan, yakni 38.000 orang.

Namun usulan tersebut tidak dilakukan. Pertandingan tetap dilakukan pada malam hari dan tiket bagi penonton dicetak sebanyak 42.000 yang artinya melebihi kapasitas lapangan.

"Pemerintah telah melakukan perbaikan pelaksanaan pertandingan sepak bola dari ke waktu dan akan terus diperbaiki. Tetapi olahraga yang menjadi kesukaan masyarakat luas ini kerap kali memancing para suporter untuk mengekspresikan emosi secara tiba-tiba," ujar Mahfud melalui rilis resmi yang diterima oleh KOMPAS.TV, Minggu (2/10).

Pihak kepolisian pun mengirim surat permohonan kepada panitia pelaksana (Panpel) agar pertandingan diajukan menjadi sore hari. Hal ini merujuk pada soal keamanan dalam pertandingan tersebut.

Baca Juga: 17 Anak Meninggal Dunia Imbas Kericuhan Stadion Kanjuruhan Malang, KemenPAA: Kemungkinan Bisa Tambah

"Mohon bantuannya kepada Panpel Arema FC agar mengajukan surat permohonan perubahan jadwal pertandingan antara Arema FC dan Persebaya Surabaya pada 1 Oktober 2022 puku 20.00 WIB diganti menjadi sore hari pukul 15.30 WIB dengan pertimbangan keamanan," isi surat tersebut yang sudah dikirimkan kepada Panpel Arema FC sejak tanggal 13 September 2022 itu. 

Sebelumnya diberitakan Manajemen Arema FC memberikan pernyataan terkait kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur Sabtu (1/10) malam.

Kerusuhan yang menyebabkan setidaknya 130 korban tewas itu terjadi usai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya yang berkesudahan 2-3 untuk kemenangan tim tamu.

Ketua Panitia Pelaksana Arema FC Abdul Haris menyampaikan duka mendalam atas musibah yang terjadi pada Sabtu malam. Seperti diberitakan setidaknya ratusan suporter meninggal dunia.

"Arema FC menyampaikan duka mendalam atas musibah di Kanjuruhan. Manajemen Arema FC turut bertanggung jawab untuk penanganan korban baik yang telah meninggal dunia dan yang luka-luka," ungkap Abdul Haris dikutip dari situs resmi klub, Minggu (2/10).

Abdul Haris menyampaikan manajemen Arema FC akan membentuk Posko Informasi Korban atau Crisis Center untuk pelaporan dan penanganan korban yang tengah atau menjalani perawatan di rumah sakit.

Baca Juga: Pasca Tragedi Stadion Kanjuruhan, Liga Satu Indonesia Dihentikan Sementara

Penulis : Kiki Luqman Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV


TERBARU