> >

Buntut Upaya Penembakan Wapres Argentina Cristina Fernandez, AFA Tunda Semua Pertandingan Sepak Bola

Kompas sport | 3 September 2022, 01:05 WIB
Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) menunda seluruh pertandingan liga sepak bola mereka usai wakil presiden Cristina Fernandez de Kirchner nyaris ditembak dengan pistol di depan umum. (Sumber: Twitter @SportBible)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) menunda semua pertandingan liga sepak bola mereka usai wakil presiden negara tersebut, Cristina Fernandez de Kirchner, nyaris ditembak dengan pistol di depan umum. 

Cristina Fernandez lolos tanpa cedera setelah pistol yang ditodongkan oleh seorang pria tidak meletus dalam upaya pembunuhan di pintu masuk kediamannya, pada hari Kamis (1/9/2022). 

Dalam insiden tersebut, mantan presiden Argentina itu baru saja pulang dari pengadilan di Buenos Aries, di mana dia menghadapi tuduhan korupsi. Dia sendiri menyangkal tuduhan terhadapnya.

Pria pelaku upaya penembakan itu sudah ditangkap dan diidentifikasi oleh media lokal berasal dari Brasil. 

Buntut dari insiden tersebut, AFA mengumumkan bahwa mereka memutuskan untuk menunda seluruh pertandingan liga sepak bola di negara itu. 

"Asosiasi Sepak Bola Argentina menyatakan penolakan terkuatnya atas apa yang terjadi dengan Wakil Presiden Cristina Fernandez de Kirchner," kata AFA dalam sebuah cuitan. 

"Kami menyerukan kepada masyarakat secara keseluruhan, memperingatkan bahwa kekerasan dalam bentuk apa pun tidak pernah menjadi solusi."

Baca Juga: Ditembak dari Jarak Dekat di Bagian Wajah, Wapres Argentina Selamat dari Percobaan Pembunuhan

Tiga pertandingan Divisi Pertama Argentina yang dijadwalkan berlangsung pada hari Jumat (2/9/2022) waktu setempat - Patronato vs Union, Rosario Central vs Talleres dan Lanus vs Tigre - telah batal dimainkan. 

Menurut ESPN , sejumlah pertandingan lain juga ditunda, termasuk di kasta ketiga Argentina, kejuaraan putri, dan liga tim cadangan.

Jumat juga dinyatakan sebagai hari libur nasional oleh Presiden Argentina Alberto Fernandez, yang menggambarkan upaya pembunuhan terhadap Fernandez de Kirchner adalah salah satu insiden "paling serius" sejak negara itu kembali ke demokrasi pada 1983.

"Kita bisa tidak setuju, kita bisa memiliki perbedaan pendapat yang mendalam, tapi ujaran kebencian tidak bisa terjadi karena itu melahirkan kekerasan dan tidak ada kemungkinan kekerasan hidup berdampingan dengan demokrasi," kata sang presiden. 

Dia menambahkan bahwa keputusan untuk mendeklarasikan hari Jumat sebagai hari libur nasional adalah agar Argentina dapat "mengekspresikan diri mereka dalam membela kehidupan, demokrasi, dan dalam solidaritas dengan wakil presiden kami".

Polisi sekarang masih berusaha untuk menetapkan motif upaya penembakan terhadap Cristina Fernandez de Kirchner itu.

Baca Juga: Kebakaran Hutan di Argentina Makin Meluas, Api Hanguskan 100.000 Hektar Lahan di Delta Parana

Penulis : Rizky L Pratama Editor : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : Sport Bible


TERBARU