> >

Camp Nou "Dijajah" Suporter Eintracht Frankfurt, Presiden Barcelona Malu

Kompas sport | 15 April 2022, 20:22 WIB
Sekitar 30.000 suporter Eintracht Frankfurt memadati kandang Barcelona, Stadion Spotify Camp Nou. (Sumber: AP Photo/Joan Monfort)

BARCELONA, KOMPAS.TV - Presiden Barcelona, Joan Laporta merasa malu Stadion Spotify Camp Nou malah dipenuhi suporter Eintracht Frankfurt dalam laga leg kedua 8 besar Liga Europa 2021-22, Jumat (15/4/2022). 

Dalam laga tersebut, Barcelona menelan kekalahan memalukan 2-3 dan dipastikan tersingkir dari ajang Europa League 2022. 

Pasalnya, pada leg pertama yang berlangsung di markas Frankfurt, Barcelona hanya mampu bermain imbang. 

Kekalahan ini juga mengakhiri bulan madu Barcelona bersama Xavi Hernandez. Sebelum kalah dari Frankfurt, Blaugrana tak terkalahkan dalam 15 pertandingan. 

Baca Juga: Liga Europa: Gawang Barcelona Dijebol Tiga Kali, Statistik Mencatat Xavi Buruk dalam Pertahanan

Pasca laga berakhir, skuad Frankfurt merayakan kelolosan mereka ke babak semifinal dengan para suporter yang jauh-jauh datang dari Jerman. 

Namun, terlihat kursi-kursi Camp Nou hampir dipenuhi oleh suporter Frankfurt. Lantas, hal ini menjadi sorotan tersendiri. Pasalnya, Frankfurt seharusnya hanya mendapatkan jatah 5.000 tiket. 

Hal tersebut sudah sesuai dengan peraturan UEFA yang menetapkan, setidaknya 5% kapasitas stadion disediakan untuk fans klub tandang. 

Kendati demikian, tampaknya para pendukung Frankfurt lebih cerdik dan sukses mendapatkan 25.000 tiket tambahan melalui penjualan tidak resmi, calo atau sejenisnya. 

Joan Laporta selaku Presiden Barcelona mengaku akan segera melakukan investigasi dan mengambil tindakan atas kejadian ini. 

"Kami akan mengambil tindakan dan insiden itu tidak akan pernah terjadi lagi. Kami akan menjelaskannya karena ini masalah serius," kata Laporta, dikutip dari Diario AS. 

Baca Juga: Hasil Barcelona vs Frankfurt: Dwigol Kostic Bantu The Eagles ke Semifinal Liga Europa

Lebih lanjut, Laporta merasa malu dengan kejadian ini.

"Ini sebuah hal yang memalukan dan tidak boleh terulang. Kami sudah mendapatkan informasi mengenai apa yang terjadi,” sambung Laporta.

“Ini keterlaluan dan memalukan. Kami tidak bisa menghindari situasi ini, tetapi hal seperti ini telah diizinkan selama bertahun-tahun dan mulai saat ini kami akan lebih ketat."

“Sebagai seorang fans, saya merasa malu dengan apa yang telah saya lihat. Saya melihat banyak fans tim lain dan saya sangat menyesal atas apa yang terjadi,” tandasnya.
 

Penulis : Gilang Romadhan Editor : Iman-Firdaus

Sumber : Diario AS


TERBARU