> >

Asisten Pelatih Liverpool Puji Trio Lini Depannya: Seperti Raptor di Jurassic Park

Kompas sport | 27 Oktober 2021, 05:20 WIB
Asisten pelatih Liverpool Pepijn Linders memuji trio lini serangnya yang bermain seperti raptor di film Jurassic Park. (Sumber: Twitter @LFC)

LIVERPOOL, KOMPAS.TV - Asisten pelatih Liverpool, Pepijn Linders memuji trio penyerang mereka yang bermain seperti raptor di film Jurassic Park saat melawan Manchester United, Minggu (24/10/2021).

Liverpool sukses mencukur Man United dengan skor 5-0 di kandangnya sendiri berkat hat-trick dari Mohamed Salah dan satu gol masing-masing dari Naby Keita serta Diogo Jota.

Lima gol yang The Reds sarangkan ke gawang MU tersebut membuat mereka di musim ini total telah mencetak 41 gol di semua ajang.

Sebanyak 27 gol Liverpool datang dari tiga penyerang andalan mereka yaitu Salah (15 gol), Firmino (6 gol), dan Mane (6 gol).

Salah bahkan mencatatkan rekor tersendiri sebagai pemain asal Afrika yang mencetak gol terbanyak di Liga Inggris dengan total 107 gol.

Apiknya performa yang ditunjukkan Salah, menurut Linders, adalah karena ia mendapatkan istirahat yang cukup di musim panas serta mengikuti seluruh rangkaian pramusim yang dilakukan Liverpool.

“Anda tidak pernah bisa menilai gol hanya dengan gol yang dicetak,” kata Linders dikutip dari Guardian.

“Begitulah cara kami memindahkan bola dari belakang, bagaimana kami melindungi, ini adalah keseluruhan paket yang memungkinkan pemain depan kami terus-menerus mendapatkan posisi bagus untuk mencetak gol," tuturnya.

Linders kemudian memuji barisan penyerang Liverpool layaknya raptor dalam serial film Jurassic Park.

Raptor atau velociraptor merupakan jenis dinosaurus yang bertubuh kecil dan punya kecepatan.

Baca Juga: Jurgen Klopp Usai Liverpool Menang 5-0 atas Man United: Siapa Sangka Hasil Gila Ini?

Keunggulan raptor jika dibandingkan jenis dinosaurus lain adalah cara berburu mereka yang lebih pintar.

"Dan kemudian kualitas tiga pemain depan kami. Kami mengatakan mereka terlihat seperti raptor di Jurassic Park. Mereka melakukannya, mereka mematikan. Jika Anda mencetak gol di saat yang tepat maka pertandingan ini – lawan Man United – bisa terjadi," ujarnya.

“Tapi apakah kita mengubah sesuatu? Tidak, kami selalu hanya ingin peningkatan. Terkadang, peningkatan hanya dengan kembali ke dasar dan itulah yang kami lakukan di pramusim."

"Juga, pemain top perlu istirahat. Setelah periode emosional, setelah banyak final, banyak musim yang intens, ada baiknya mereka istirahat karena jika Anda ingin mencapai konsistensi, Anda harus menghormati proses pemulihan. Tidak hanya antar pertandingan tetapi juga antar musim," imbuhnya.

Usai menghadapi Manchester United, Liverpool akan melakoni laga Carabao Cup atau Piala Liga melawan Preston North End pada Rabu (27/10/2021).

Liverpool pun mengisyaratkan akan banyak merasakan pemain di laga ini untuk memberikan istirahat kepada para pemain inti.

Selain itu, cederanya Naby Keita akibat tekel Paul Pogba juga akan membuat Liverpool berisiko kehilangan pemain inti lagi jika memaksakan menurunkan pemain terbaik di Piala Liga.

Untungnya cedera yang didapat Keita bukan cedera serius dan ia hanya absen dalam kurun waktu yang tak terlalu lama.

“Kami menilainya hari demi hari,” kata Lijnders. 

“Ini terlihat bagus. Itu adalah tekel yang buruk tapi untungnya kaki Naby tidak menyentuh tanah jadi itu hanya memar. Itu akan terlihat jauh lebih buruk jika kakinya berada di rumput," pungkasnya.

Baca Juga: Hat-trick ke Gawang MU, Mo Salah Pecahkan Rekor Drogba sebagai Top Skor Premier League asal Afrika

 

Penulis : Rizky L Pratama Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Kompas TV/Guardian


TERBARU