> >

Selain Verawaty Fajrin, 7 Mantan Atlet Berprestasi Ini Juga Bernasib Nelangsa

Kompas sport | 21 September 2021, 23:10 WIB
Mantan atlet pembalap sepeda Hendra Gunawan alias Hendrik Brocks (77), peraih 3 medali emas Asian Games 1962 Jakarta di rumahnya di Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (29/8/2018). Nasib mantan atlet ini terlantar dan ia menderita kebutaan. (Sumber: KOMPAS.com/BUDIYANTO)

Di sisi lain, Anak bungsunya yang kerap disapa Habibah atau Dedek itu menderita Epidermolysis bullosa (EB). Kulit Habibah rapuh dan mudah terluka.

Bahkan, kulit Habibah dapat terkelupas, bila mengenakan baju terlalu lama. Kisah Leni dan Habibah sempat viral hingga ia mendapat sumbangan sebesar Rp16 juta dari masyarakat lewat Kita Bisa.

3. Marina Martin Segedi

Marina Segedi adalah mantan atlet pencak silat. Ia pernah mencetak berbagai prestasi untuk Indonesia, salah satunya medali emas pada SEA Games Singapura 1983

Akan tetapi, Marina malah mesti bekerja keras menjadi sopir taksi setelah pensiun. Ia pun hidup pas-pasan dan mesti menumpang di rumah orang tuanya.

Baca Juga: Doa Mantan Atlet Bulu Tangkis untuk Verawaty Fajrin

4. Abdul Razak

Perjuangan serupa juga dijalani Abdul Razak, mantan atlet dayung. Razak memiliki segundag prestasi internasional.

Ia meraih medali emas di SEA Games Malaysia 1989 dan lolos ke semifinal Olimpiade Barcelona 1992. 

Meski begitu, hidupnya terlantar kemudian. Ia terpaksa bekerja sebagai nelayan kecil di Sulawesi Tenggara.

5. Hendra Gunawan

Hendra Gunawan adalah mantan atlet balap sepeda. Namanya memang asing di telinga mayoritas masyarakat Indonesia karena ia berkarir sekitar dekade 1960.

Ia pernah meraih tiga medali emas pada Asian Games Jakarta 1962. Kabar terakhir menyebut Hendra tinggal di Gang Rawasalak, Kecamatan Gunung Puyuh, Kota Sukabumi, Jawa Barat pada 2018.

Saat itu, Hendra telah mengalami kebutaan pada kedua matanya, sehingga mengganggu perekonomian keluarganya.

6. Denny Thios

Denny adalah mantan atlet angkat besi (powerlifting) asal Makassar, Sulawesi Selatan. Ia mendapat medali perunggu dalam Kejuaraan Dunia di Belanda 1990, lalu, medali 3 emas kejuaraan dunia sepanjang 1992-1994.

Setelah pensiun, ia menjadi tukang bubut besi dan hidup pas-pasan. Ia meneruskan pekerjaan ayahnya menjaga bengkel keluarga. 

7. Martha Kase

Martha adalah mantan atlet lari asal Kupang, Nusa Tenggara Timur. Pada 1987, Martha mengharumkan nama Indonesia dengan meraih medali perak di SEA Games.

Akan tetapi, kehidupan Martha terlantar usai pensiun. Kabar terakhir menyebut, Martha menjadi penjual minuman botolan pada 2018.

Secara ironis, ia malah dianiaya oleh penjaga keamanan GBK yang bertugas saat gelaran Asian Games dan Asian Para Games 2018.

Kisah-kisah para mantan atlet terlantar itu tentu menimbulkan iba, meski terus-menerus muncul karena tak ada jaminan kesejahteraan bagi para olahragawan berprestasi itu.

Penulis : Ahmad Zuhad Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV/Kompas.Id/Kompas.com/Tribunnews


TERBARU