> >

Bank Dalam Pusaran Revolusi - SINGKAP

Singkap | 21 Juli 2020, 20:29 WIB

Museum Bank Indonesia di kawasan Kota Tua Jakarta dahulu merupakan Rumah Sakit pertama di Batavia Binnen Hospital yang didirikan tahun 1643. Namun akibat fasilitas yang tidak memadai, bangunan kemudian dijual dan difungsikan sebagai Bank. Bank tersebut kemudian bernama De Javasche Bank (DJB)  yaitu bank sentral pertama di kawasan Hinda Belanda. DJB berfungsi sebagai bank pemberi kredit dan peredaran uang sejak tahun 1828. DJB juga menyimpan harta penyimpanan emas terbesar di abad 19 hingga 20. Bekas gedung DJB  saat  telah menjadi museum Bank Indonesia sejak tahun 2009

merupakan hasil karya arsitek Edward Cuypers dan M.J Hulswit.

Pasca kemerdekaan Indonesia, DJB mengalami pasang surut, diantaranya persaingan antara OERI (Oeang Republik Indonesia) dengan uang jepang keluaran DJB hingga kebijakan Gunting Syafruddin tahun 1950. Puncaknya, DJB akhirnya dinasionalisasi tahun 1953 menjadi Bank Indonesia. Dalam episode ini, Singkap juga mengulas profil seorang engraver (pengukir uang  bernama) Mujirun yang telah lebih dari 30 tahun berkarya, salah satu karyanya adalah senyum presiden Soeharto dalam pecahan uang 50 ribu.

Selanjutnya bangunan Bank Indonesia pun turut berevolusi. Friderich Silaban perancang gedung Bank Indonesia (BI) sekaligus arsitek pemenang sayembara Masjid Istiqlal dan Monumen Nasional yang digelar oleh presiden Sukarno merancang gaya baru arsitektur tropis yang cocok dengan iklim Indonesia. Berdirinya gedung Bank Indonesia, Monas, dan Masjid Istiqlal di kawasan jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat memperlihatkan Bank juga turut merekam perjuangan ekonomi bangsa dari masa ke masa. 

Penulis : Yudho-Priambodo

Sumber : Kompas TV

Tag

TERBARU