> >

Asyik Cari Cacing di Sungai, Agus Injak Granat Nanas dan 56 Peluru Tajam

Viral | 21 Juli 2020, 16:10 WIB
Kondisi granat dan peluru tajam yang ditemukan warga di aliran sungai Dusun Sendang, Desa Tuliskriyo, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar (Sumber: Tribunnews)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Betapa kagetnya warga bernama Agus Herwanto (38) yang sedang mencari cacing di sungai malah tak sengaja menginjak granat nanas dan peluru tajam.

Agus adalah warga Dusun Sendang, Desa Tuliskriyo, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar.

Temuan granat nanas dan peluru tajam itu pun dilaporkan ke Satreskrim Polres Blitar Kota.Polisi bersama tim penjinak bahan peledak (Jihandak) sudah mengamankan granat dan peluru tajam.

"Barang bukti granat nanas dan peluru tajam sudah diamankan tim Jihandak dan dibawa ke Mako Brimob Kediri. Barang buktinya, satu granat nanas dan 56 butir peluru tajam," kata Kasat Reskrim Polres Blitar Kota, AKP Ardi Purboyo, Selasa (21/7/2020) mengutip Tribunews.

Ardi mengatakan warga menemukan granat dan peluru tajam pada Minggu (19/7/2020). Tapi, kasus penemuan granat dan peluru tajam baru dilaporkan ke Polres Blitar Kota, Senin (20/7/2020) sore.

Awalnya, warga bernama Agus Herwanto mencari cacing di bantaran sungai di Dusun Sendang, Desa Tuliskriyo, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar.

Saat berjalan di aliran sungai, kaki Agus menginjak benda keras di dasar sungai. Lalu, Agus mengambil benda keras di dasar sungai yang terinjak kakinya. Ternyata benda itu menyerupai bahan peledak jenis granat nanas.

Tak hanya itu, Agus juga menemukan 56 butir peluru tajam di dasar sungai.

"Saksi mengumpulkan granat dan peluru tajam yang ditemukan ke dalam plastik. Lalu diletakan di atas batu di pinggir sungai. Keesokan harinya, saksi bersama warga baru melapor ke polisi," ujar Ardi.

Dikatakan Ardi, kondisi granat nanas dan peluru tajam sudah berkarat. Sebanyak 56 butir peluru tajam yang ditemukan warga itu kaliber 7,62 mm. Tapi, dia belum bisa memastikan granat dan peluru tajam masih aktif atau tidak.

"Pin granat masih menempel dan ujung peluru sudah masih lancip. Tapi, untuk memastikan masih aktif atau tidak, kami menunggu pemeriksaan dari tim Jihandak," katanya. 

Penulis : Ade-Indra-Kusuma

Sumber : Kompas TV


TERBARU