> >

Jenderal Polisi Kawal Djoko Tjandra, IPW Minta Menkopolhukam Dalami Pengakuan Mabes Polri

Hukum | 21 Juli 2020, 12:08 WIB
Djoko Sugiarto Tjandra alias Djoko Tjandra (Sumber: Dok Kompas/Ign Haryanto)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengatakan, sebaiknya Menkopolhukam Mahfud MD mendorong percepatan penangkapan Djoko Tjandra kepada berbagai lembaga atau institusi pemerintah yang berwenang dan berada di bawah koordinasinya. 

Baca Juga: Mahfud MD Perintahkan Pidanakan Aparat yang Terlibat Djoko Tjandra

Selain itu, Mahfud juga agar mengawasi secara agresif kinerja lembaga di bawah koordinasinya terkait kasus tersebut.

"Mahfud segera mendalami pengakuan Mabes Polri yang mengatakan bahwa Brigjen Prasetyo mendampingi Djoko Tjandra dalam perjalanan ke Kalimantan Barat," ujar Neta, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (21/7/2020).

Menurut Neta, pengakuan Mabes Polri itu tidak mengejutkan. Sebab, jauh hari sebelumnya, IPW sudah mendapat foto Brigjen Prasetyo mendampingi buronan kakap Djoko Tjandra ke Pontianak dan mendapat foto copy dokumen perjalanan mereka. 

Menkopolhukam perlu menggali dari penjelasan Mabes Polri itu adalah dalam rangka kepentingan apa antara jenderal polisi tersebut dengan sang buronan kakap ke Kalimantan Barat. 

"Apakah Brigjen Prasetyo mengawal Djoko Tjandra agar tidak diganggu siapa pun selama perjalanan ke Kalimantan Barat," tanya Neta. 

Baca Juga: Soal Djoko Tjandra, Menkopolhukam Minta Sejumlah Institusi Pemerintah Bersinergi Memburunya

Jika pengawalan itu atas inisiatif Brigjen Prasetyo, lanjut Neta, tentunya saat Djoko Tjandra muncul di Bandara Pontianak sudah ditangkap oleh Kapolda Kalbar, mengingat pangkat Kapolda lebih tinggi dari Prasetyo.

Jika Kapolda Kalbar tidak tahu bahwa Djoko Candra muncul di wilayah tugasnya, ini akan lebih aneh lagi. 
"Sebab akan menjadi pertanyaan, kenapa Kapolda Kalbar tidak tahu, ada apa dengan cara kerja intelijen di Polda Kalimantan Barat sehingga mereka tidak bisa mendeteksi kemunculan seorang buronan kakap di wilayah tugasnya," tutur Neta.

Penulis : Deni-Muliya

Sumber : Kompas TV


TERBARU