> >

Kasus Corona Meningkat, Presiden Jokowi: Tolong Betul-betul Jadi Perhatian

Politik | 13 Juli 2020, 11:14 WIB
Presiden Jokowi Menyampaikan Rilis Pers Terkait Pencegahan Virus Corona (Sumber: KompasTV)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden Joko Widodo minta testing, tracing, and treatment terkait penanganan virus corona diprioritaskan untuk 8 provinsi. Salah satunya adalah Pemprov DKI Jakarta yang positivity rate coronanya meningkat dari 5 persen menjadi 10 persen.

"Tolong betul-betul dijadikan perhatian," kata Presiden Jokowi menegaskan saat membuka rapat terbatas Percepatan Penanganan Pandemi Covid-19 di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin(13/7/2020).

Baca Juga: Pemerintah: Diksi New Normal Salah, Kita Ganti Adaptasi Kebiasaan Baru

Presiden Jokowi menuturkan untuk menyikapi kenaikan kasus positif corona jumlah PCR test perlu ditingkatkan. Selain itu, menambah jumlah laboratorium dan mobile lab PCR di daerah. Hingga, sambungnya, kelengkapan fasilitas kesehatan di rumah sakit seperti tempat tidur, APD, obat-obatan, ventilator, dan kamar isolasi. 

"Kalau memang kekurangan ini, agar Kemenkes bisa menyampaikan kepada Menteri PU untuk segera diselesaikan," ujarnya. 

Selain itu, Presiden Jokowi juga minta pengendalian dilakukan untuk wilayah perbatasan dan perjalanan transportasi lintas wilayah.

"Ini betul-betul kita harus jadikan perhatian lagi. Karena imported case dari luar negeri juga kita lihat meningkat," katanya.

Baca Juga: Presiden Jokowi Dipastikan Menghadiri Sidang Tahunan MPR 2020

Untuk optimalisasi penanganan virus corona, Presiden Jokowi minta jajarannya memasifkan kembali gerakan nasional disiplin terhadap protokol kesehatan. Dengan mengampanyekan hingga melakukan pengawasan terkait menjaga jarak, menggunakan masker, dan cuci tangan.

"Saya mendapatkan laporan saat ke Jawa Timur, survei mereka di Jatim itu 70 persen masyarakat tidak menggunakan masker," terangnya.

Terkait meningkatnya kasus corona, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta masyarakat disiplin menjalan protokol kesehatan. Menurut Anies, jika masyarakat tidak mentaati sangat memungkinkan kegiatan bekerja, belajar, dan beribadah kembali dilakukan sepenuhnya di rumah.

"Jangan anggap ringan, jangan merasa kita sudah terbebas dari wabah Covid-19. Lonjakan ini, merupakan peringatan bagi kita semua," tegasnya.

Baca Juga: 10 Kelurahan di DKI Jakarta dengan Kasus Covid-19 Tertinggi
 

Penulis : Ninuk-Bunski

Sumber : Kompas TV


TERBARU