> >

Begini Komitmen Indonesia Dukung Perdamaian di Afghanistan

Sapa indonesia | 19 Juni 2020, 15:35 WIB

KOMPAS.TV - Afghanistan merupakan negara yang belum pernah melihat perdamaian satu hari pun dalam 40 tahun terakhir.

Afghanistan memiliki angka terbesar kematian akibat perang dan terorisme di dunia.

Global Peace Index menempatkan Afghanistan sebagai negara yang paling rawan di dunia ini.

Meski Indonesia dianggap sebagai negara sahabat, tidak berarti KBRI di Afghanistan luput dari ancaman ini.

Setiap diplomat, staf, dan pekerja di KBRI menanggung risiko yang sama dengan warga Afghanistan lainnya setiap hari.

Timothy Marbun mencoba menyusuri jalan di Afghanistan, dan aktivitas warga di sana sebenarnya jalan seperti biasa, hanya saja ancamannya tidak bisa tertebak.

Serangan-serangan tidak ada yang tahu kapan dan di mana akan terjadi, yang pasti yang menjadi incaran biasanya adalah pusat keramaian dan tempat yang dipenuhi warga negara asing.

Kasim, salah satu WNI yang tinggal di Afghanistan menceritakan awal mula dirinya datang ke Afghanistan.

Kasim sudah 25 tahun berada di Afghanistan untuk bekerja.

Awalnya ia diajak sang paman untuk menjadi sekretaris pribadi, namun setelah tugas selesai, Kasim memilih untuk tinggal dan bekerja di Afghanistan.

Kondisi 25 tahun lalu dan sekarang menurut Kasim masih sama menakutkannya, perang terjadi terus menerus.

Ia menceritakan pula bahwa pernah melihat kejadian dari bom bunuh diri dengan mobil yang membawa 300kg bom.

“Biasanya sehari 500 serangan roket,” kata Kasim.

Penulis : Aleksandra-Nugroho

Sumber : Kompas TV


TERBARU