> >

Hasil Survei: Elektabilitas Prabowo Subianto Tertinggi, Anies Baswedan Turun Drastis

Berita kompas tv | 14 Maret 2020, 10:37 WIB
Ketum Partai Gerindra, Prabowo Subianto melambaikan tangannya kepada Wartawan di HUT Ke-12 Partai Gerindra, Kamis (6/2/2020) (Sumber: KOMPASTV/NILUH/RAJIS)

JAKARTA, KOMPAS TV - Cyrus Network merilis hasil survei terkait kandidat kuat calon presiden pada pemilihan umum atau pemilu mendatang. 

Hasilnya, Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, menempati urutan teratas. Tercatat, elektabilitas mantan Danjen Kopassus itu mengalami kenaikan cukup signifikan. 

Survei yang dilakukan pada 24 sampai 30 Januari 2020 dengan melibatkan 1.230 responden itu berhasil menempatkan Prabowo Subianto meraih angka 24 persen. 

"Dari sisi kontestasi politik, dalam simulasi tujuh nama tokoh, Prabowo Subianto kembali muncul sebagai capres dengan elektabilitas tertinggi, yakni 24 persen," kata CEO Cyrus Network, Eko Dafid Afianto di Gondangdia, Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2020).

Baca Juga: Soal Proyeksi Calon Presiden 2024, Prabowo dan Anies Baswedan Jadi Kandidat Terkuat?

Selain Prabowo, nama lain yang masuk sebagai kandidat antara lain Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo; Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan; dan politikus Partai Gerindra, Sandiaga Uno.

Menurut Eko, kondisi ini juga didukung pandangan responden atas portofolio Prabowo sebagai Menteri Pertahanan. Dia lantas membadingkan elektabilitas Prabowo saat ini dengan elektabilitasnya pada Juli 2019 lalu.

"Saat itu, elektabilitas Prabowo hanya menduduki posisi ketiga dengan 16 persen. Elektabilitas Prabowo saat itu, berada di bawah Sandiaga Uno (23 persen) dan Anies Baswedan (19 persen)," ucapnya.

Eko menambahkan, nama Sandiaga Uno masih populer dan mendapat dukungan cukup signifikan. Namun demikian, elektabilitasnya saat ini turun menjadi 19 persen.

Baca Juga: Elektabilitas Prabowo Tertinggi di Pilpres 2024, Ini Tanggapan Gerindra

Di sisi lain, elektabilitas Anies Baswedan melorot cukup jauh jika dibandingkan hasil survei pada 19 Juli lalu menjadi 13 persen.

"Elektabilitas Anies menurun tajam dibandingkan kondisi pada Juli 2019, yakni 19 persen ke 13 persen," ucap Eko.

Adapun faktor yang memengaruhi penurunan elektabilitas Anies Baswedan adalah adanya persoalan penting di DKI Jakarta.

Persoalan yang menyangkut kepemimpinan Anies Baswedan di Ibu Kota, kata Eko, dinilai banyak menimbulkan kontroversi.

"Misalnya, persoalan banjir di awal tahun dan penyusunan APBD. Sebab persoalan DKI Jakarta menjadi perhatian seluruh masyarakat Indonesia," ujar Eko.

Selain tiga nama di atas, ada nama Ganjar Pranowo yang tercatat memiliki kenaikan elektabilitas cukup signifikan dari 8,7 persen ke 13,2 persen.

Baca Juga: Survei: Tiga Menteri Jokowi Dianggap Pantas Maju Capres 2024, Prabowo Nomor Satu

"Sehingga elektabilitas Ganjar sedikit lebih unggul dibanding Anies," tutur Eko.

Survei ini menguji beberpapa isu paling aktual di bidang sosial politik dan pemerintahan. Tujuannya, menguji berbagai isu paling aktual bidang sosial, politik dan pemerintahan.

Pada survei kali ini, tingkat kepercayaan survei sebesar 95 persen dan margin of error sebesar +/- 2,85 persen.

Survei menggunakan responden tersebar di 123 kelurahan/desa di 34 provinsi di Indonesia.
Jumlah responden di tiap provinsi proporsional sesuai dengan besarnya penduduk di masing-masing provinsi.

Penulis : Tito-Dirhantoro

Sumber : Kompas TV


TERBARU