> >

Proses Pemugaran TIM Sudah 15%, Namun Tetap Tuai Pro dan Kontra

Berita kompas tv | 21 Februari 2020, 18:56 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Mengaku tidak pernah diajak bicara, Forum Seniman Peduli Taman Ismail Marzuki kecewa, dan menilai revitalisasi TIM, dilakukan tanpa kompromi.

Meski begitu, tak semua seniman tidak setuju. 

Ada juga seniman yang menilai revitalisasi tim perlu dilakukan, agar layak bagi para pegiat seni.

Meski menuai pro dan kontra, revitalisasi Taman Ismail Marzuki, terus berlanjut.

Proses pemugaran di Taman Ismail Marzuki, bahkan sudah mencapai 15%.

Pembangunan ini, membuat Forum Seniman Peduli TIM, menuding Gubernur DKI, Anies Baswedan, melakukan revitalisasi secara sepihak, karena tidak melalui diskusi dengan para seniman.

Forum Seniman Peduli TIM juga mengadukan Anies ke DPR, untuk pengajuan penghentian sementara revitalisasi.

Namun tak semua seniman tak setuju.

Ada juga seniman yang menilai revitalisasi tim perlu dilakukan, agar layak bagi pegiat seni.

Kawasan TIM, justru dianggap harus direvitalisasi, tapi harus diakui ada sejumlah titik yang menjadi aset budaya, dan tetap harus dijaga keasliannya.


Alat berat sudah beroperasi, untuk menghancurkan bangunan lama Graha Bakti Budaya dan Gedung Bioskop Taman Ismail Marzuki.

Proses revitalisasi, dilakukan PT Jakarta Propertindo atau Jakpro, yang ditunjuk melalui Pergub nomor 63 tahun 2019.

Terkait pro dan kontra, Jakpro, mengaku telah berkomunikasi dan berdiskusi dengan seniman, sejak Februari tahun 2019.

Sementara terkait izin, pihak jakpro mengklaim telah mengikuti prosedur yang berlaku.

direktur operasional jakpro, pun menyebut menghormati wacana moratorium yang disampaikan dpr.

namun, sebagai pelaksana, tetap melakukan revitalisasi sesuai penugasan.


Sementara itu, ditanya seputar polemik revitalisasi Taman Ismail Marzuki, dan juga moratorium dan didorong di DPR, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, hingga kini masih enggan berkomentar.

Penulis : Fransiska-Wijayanti

Sumber : Kompas TV


TERBARU