> >

Jokowi Meminta Strategi Keuangan Digital Dirancang Berbasis Internet

Berita kompas tv | 28 Januari 2020, 17:15 WIB
Presiden Joko Widodo Memimpin Rapat Terbatas Terkait Strategi Nasional Keuangan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa 28/1/2020 (Sumber: KompasTV)

Presiden Joko Widodo bersama sejumlah menteri menggelar rapat terbatas terkait strategi nasional keuangan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (28/1/2020).

Presiden Jokowi meminta Lembaga keuangan mikro terus diperluas agar mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat yang tak terjangkau oleh layanan perbankan.

Untuk itu layanan keuangan digital berbasis internet diperlukan.

“Ini harus dikembangkan, karena kita ingat negara kita merupakan negara kepulauan, sehingga kita perlukan layanan keuangan digital yang berbasis internet. Ini juga didukung tingkat penetrasi pengguna internet yang relatif tinggi 64,8% 170 juta orang dari penduduk Indonesia yang menggunakan internet.” Ungkap Presdien Jokowi

Lebih lanjut Jokowi juga membahas fintech, digitalisasi keuangan yang bisa jadi alternatif pembiayaan mudah dan cepat. Tercatat outstanding pinjaman kredit fintech yang mencapai Rp 12,18 triliun atau naik 141 persen di November 2019.

Hal ini juga dilihat dari indeks keuangan nasional meningkat dari 67,8 persen di  2016, menjadi 76,19 persen di 2019, namun angka ini menurut Presiden masih rendah.

“kita tahu bahwa indeks literasi keuangan meningkat dari 29,7 persen 2016, menjadi 38,03 persen di 2019. Memang meningkat tapi angkanya rendah. Begitupula Indeks inklusi keuangan juga meningkat dari 67,8 persen 2016, jadi 76,19 persen di 2019.” Ungkap Jokowi di awal pembukaan ratas.

Lebih lanjut Presiden sampaikan ingin bandingkan inklusi di negara lain, misalnya Singapura mencapai 98 persen, Malaysia 85 persen, Thailand 82 persen. Melihat angka-angka tersebut Presiden nyatakan Indonesia masih di bawah mereka sedikit.

lanjut Jokowi, untuk itu diperlukan perluasan akses keuangan formal, yaitu pendalaman sektor jasa keuangan. Dengan menggali potensi jasa keuangan nonbank, asuransi, pasar modal, dana pensiun.

Terakhir menurut Presiden penting yakni perlindungan nasabah dan konsumen.

Penulis : Yuilyana

Sumber : Kompas TV


TERBARU