> >

Soal Sengketa Pilpres, Prabowo: Kita Menghormati Proses, Kita Tunggu Hasil Akhir MK

Politik | 30 Maret 2024, 08:00 WIB
Presiden terpilih Prabowo Subianto bersama wapres terpilih Gibran Rakabuming Raka dan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (kiri) memberi keterangan di sela acara buka puasa bersama jajaran Partai Golkar di DPP Partai Golkar, Jumat (29/3/2024). (Sumber: KOMPAS TV)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden terpilih Prabowo Subianto menghormati proses gugatan perselisihan hasil pemilu yang sedang berlangsung di Mahkamah Konstitusi (MK).

Prabowo menjelaskan meski KPU sudah mengumumkan pemenang Pilpres 2024 yakni pasangan nomor urut 2, pihaknya menghormati langkah hukum yang diajukan pasangan capres dan cawapres lain.

Prabowo menilai gugatan perselisihan hasil pemilu di MK merupakan tantangan dalam sistem politik demokrasi di Tanah Air. 

"Kita menghormati proses yang sedang berjalankan, kita menunggu hasil akhir dari MK," ujar Prabowo, di acara buka puasa bersama jajaran pengurus Partai Golkar di DPP Partai Golkar, Jumat (29/3/2024). 

Prabowo berharap ke depan persatuan antar pemimpin dan elite politik bisa terwujud. 

Baca Juga: Sengketa Pilpres Terus Bergulir, Tim Hukum AMIN Minta 4 Menteri Jokowi Jadi Saksi di Sidang MK

Menurutnya dalam mewujudkan Indonesia sebagai negara maju perlu kearifan dan kebijaksanaan para pemimpin dan elite politik dalam mengawal kemajuan negara. 

Terlebih tantangan ke depan juga tidak mudah. Ancaman krisis pangan dan ekonomi dunia, perang di Ukraina-Russia, konflik Palestina-Israel hingga stabilitas politik dan keamanan dalam negeri perlu disikapi bersama. 

Ia juga menilai setiap pemimpin memiliki landasan untuk dilanjutkan. Landasan tersebut pasti ada sisi kelebihan dan kekurangannya. 

Untuk itu dirinya bersama wakil presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka berkomitmen melanjutkan program yang sudah dibuat oleh pemimpin sebelumnya, dan mengisi program yang belum sempurna, meningkatkan efisiensi pemerintahan, mengurangi kebocoran anggaran negara, memerangi korupsi. 

Penulis : Johannes Mangihot Editor : Desy-Afrianti

Sumber : Kompas TV


TERBARU