> >

Banjir di Jateng: BPBD Sebut 8 Kabupaten Terdampak, Kepala BNPB Bilang karena Pintu Air Rusak

Peristiwa | 17 Maret 2024, 15:46 WIB
Ilustrasi. Warga melintasi banjir yang menggenangi jalur pantura di Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Senin (12/2/2024). (Sumber: P Raditya Mahendra Yasa/Kompas.id)

KENDAL, KOMPAS.TV - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sedang memantau situasi banjir yang melanda Kabupaten Kendal, Jawa Tengah (Jateng).

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menjelaskan, selain Kendal, ada delapan kabupaten/kota lain di Jateng yang juga terdampak banjir. Menurutnya, banjir di Kendal disebabkan oleh tingginya curah hujan dan kerusakan pintu air yang mengarahkan air ke pemukiman warga.

"Ada beberapa kabupaten kota yang terdampak dari mulai Kendal, Semarang, Jepara, Blora, Pati, total ada delapan ya. BNPB turun secara maraton," kata Suharyanto, dikutip dari laporan jurnalis KompasTV, Minggu (17/3/2024). 

BNPB juga telah mengimplementasikan teknologi modifikasi cuaca untuk mengurangi curah hujan. Langkah ini diambil sebagai upaya konkret dalam penanggulangan dampak banjir.

Selanjutnya, BNPB dijadwalkan akan melanjutkan peninjauan dan penyediaan bantuan di lokasi bencana lain, termasuk di Kota Semarang, Jawa Tengah. Langkah-langkah ini merupakan bagian dari komitmen BNPB dalam memberikan dukungan yang berkelanjutan bagi masyarakat yang terdampak bencana alam.

"Kita adakan teknologi modifikasi cuaca mudah-mudahan curah hujan bisa dikendalikan. Tentu saja BNPB bersama bapak presiden Joko Widodo yang menjamin kebutuhan mendasar daripada masyarakat yang terdampak bencana ini untuk diperhatikan dan secara maraton kami juga memberikan bantuan kebutuhan dasar ada makanan ada selimut ada pompa ada genset," lanjut Suharyanto.

Baca Juga: BPBD Sumbar: 26 Meninggal Akibat Banjir dan Longsor, Sementara yang Dicari Masih Ada...

4 tanggul jebol di Demak

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak, Agus Nugroho menyebutkan, saat ini terdapat 4 tanggul jebol di Demak. 

Keempat tanggung yang jebol itu yakni tanggul Sungai Dombo Desa Menur, Kecamatan Mranggen, tanggul Sungai Dukuh Menawan, Desa Merak, Kecamatan Dempet, dan tanggul Sungai Jratun Desa Tambirejo, Kecamatan Gajah. 

"Kronologis 13 Maret 2024 pukul 21.00 WIB, intensitas hujan deras disertai angin kencang mempengaruhi debit air di wilayah hulu ke hilir meningkat, dampaknya sejumlah wilayah di Demak banjir," katanya melalui laporan resmi yang diterima Kompas.com, Sabtu (16/3). 

Penulis : Kiki Luqman Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV, Kompas.com


TERBARU