> >

Caleg NasDem Mundur saat Rekap Nasional, Bawaslu: Dia Belum Ditetapkan, Nanti Kita Lihat Aturannya

Rumah pemilu | 14 Maret 2024, 04:07 WIB
Caleg DPR RI dari Partai NasDem, Ratu Ngadu Bonu Wulla mengundurkan diri setelah mendapat tiket ke DPR RI dari Dapil Nusa Tenggara Timur II. Caleg NasDem nomor urut 5 itu memperoleh 76.331 suara dan menempatkan dirinya di posisi ketiga Caleg dengan perolehan suara tertinggi dari 126 Caleg yang bertarung di Dapil tersebut. Surat pengunduran diri Ratu diserahkan saat rekapitulasi nasional di KPU Pusat, Selasa (12/3/2024). (Sumber: YouTube DPR/KOMPAS TV)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Bawaslu RI akan mendalami aturan terkait Caleg yang mengundurkan diri di tengah rekapitulasi nasional tahapan Pemilu 2024. 

Celeg yang dimaksud yakni Ratu Ngadu Bonu Wulla, kader NasDem yang mencalonkan diri menjadi anggota DPR RI dari Dapil Nusa Tenggara Timur (NTT) II. 

Caleg Nasdem dengan nomor urut 5 itu mengundurkan diri setelah KPU membacakan hasil rekapitulasi perolehan surat suara di NTT, Selasa (12/3/2024). 

Seorang saksi dari Partai NasDem mendatangi Komisioner KPU August Mellaz untuk menyerahkan surat pengunduran diri Ratu Ngadu Bonu Wulla. 

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Rahmat Bagja menjelaskan, pihaknya akan menelusuri aturan apakah tindakan Caleg tersebut merupakan sebuah pelanggaran serta aturan yang memperbolehkan Caleg mengundurkan diri di tengah tahapan Pemilu. 

Baca Juga: Caleg DPR RI Partai NasDem dari Dapil NTT II Mengundurkan Diri

Menurut Bagja, dalam UU Pemilu hanya menyebut Caleg terpilih bisa mengundurkan diri.

Kemudian jatah kursi Caleg terpilih yang mengundurkan diri otomatis digantikan oleh cCaleg dari partai dan dapil yang sama dengan perolehan suara terbanyak berikutnya.

Namun untuk kasus Ratu, mengundurkan diri sebelum ditetapkan oleh KPU. 

"Nanti kami lihat aturannya boleh apa tidak mengundurkan diri. Akan tetapi kalau (sudah ditetapkan) pasti ada aturan tentang siapa yang menggantikannya. Tapi belum ditetapkan juga kan?" ujar Bagja di gedung Bawaslu RI, Rabu (13/3/2024). 

Terpisah, KPU RI belum memutuskan status dari Caleg DPR RI dari Partai NasDem, Ratu Ngadu Bonu Wulla yang mengundurkan diri tersebut.

Komisioner KPU August Mellaz menjelaskan, surat pengunduran diri Caleg NasDem Ratu Ngadu Bonu Wulla akan dibahas dalam rapat pleno keputusan akhir. 

Baca Juga: Hak Angket Tak Kunjung Bergulir, Politikus NasDem: Tidak Ada Partai yang Serius

Menurut August, ada mekanisme tersendiri untuk memutus apakah nantinya Caleg terpilih bisa dilimpahkan ke Caleg pemenang kedua dari partai yang sama. 

Semisal berkoordinasi dengan Bawaslu, kemudian mengkaji pasal dalam UU Pemilu dan aturan KPU yang berkaitan dengan pergantian jatah kursi Caleg terpilih. 

Pertimbangan tersebut yang membuat KPU tidak memutuskan status Caleg tersebut dalam rapat rekapitulasi nasional, pada Selasa (12/3/2024) lalu.

"Jadi kita tidak sampai ke sana (memutuskan). Kebetulan kemarin itu memang saksi dari partai NasDem menyampaikan surat kepada kami," ujar Mellaz dalam keterangan persnya, Rabu (13/3/2024).

"Kami tidak dalam rangka merespons itu. Kita terima sebagaimana surat yang biasa diajukan ke KPU. Nanti akan ada mekanisme untuk mengkajinya, kalau kita fokusnya rekapitulasi itu saja," sambung Mellaz.

Baca Juga: Ade Armando dan Ronny Talapessy Berpotensi Gagal ke DPR dari Dapil DKI Jakarta II

Diketahui Ratu Ngadu Bonu Wulla berpeluang mendapatkan tiket ke DPR RI dari Dapil NTT II. Caleg NasDem nomor urut 5 itu memperoleh 76.331 suara.

Perolehan suara yang dimiliki Ratu membuatnya berada di posisi ketiga Caleg suara terbanyak dari 123 Caleg yang bertarung memperebutkan tujuh kursi di Dapil NTT II. 

Sedangkan di tingkat Partai NasDem, Ratu merupakan Caleg dengan perolehan suara tertinggi. 

Di bawah Ratu ada Viktor Bungtilu Laiskodat dengan perolehan suara 65.359, kemudian Raymundus Sau Fernandes dengan 18.269 suara.

Total suara Partai NasDem di Dapil NTT II yakni 207.732 suara. Ratu berpeluang lolos ke DPR RI, setelah NasDem mengantongi satu kursi untuk Dapil NTT II.

 

Penulis : Johannes Mangihot Editor : Deni-Muliya

Sumber : Kompas TV


TERBARU