> >

Luhut Berharap Para Guru Besar Lebih Arif: Dalam Suasana Seperti Ini Ngapain Nambah Masalah

Politik | 11 Februari 2024, 05:05 WIB
Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam Program ROSI, Kompas TV< Sabtu (10/2/2024). (Sumber: Tangkapan layar Kompas TV)

JAKARTA, KOMPAS.TV – Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Menkomarves) Luhut Binsar Pandjaitan berharap agar para guru besar yang melakukan gerakan moral mengkritisi demokrasi di Indonesia dapat berikap lebih arif.

Harapan Luhut tersebut disampaikan dalam Program ROSI KOMPAS TV, Sabtu (10/2/2024), menanggapi seruan para guru besar dan civitas akademika.

Awalnya, Luhut menjawab pertanyaan mengenai bagaimana Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) melihat seruan moral dari para guru besar.

Baca Juga: Kampanye Akbar Terakhir di Jawa Tengah, Capres Ganjar Pranowo Optimis Menang di 'Kandang Banteng'!

“Itu kan hak demokrasi, kan bagus kan, sudah dibuktikan. Didengerin, didengerin dengan cermat,” kata Luhut menjawab pertanyaan tersebut.

Luhut kemudian mengatakan bahwa pihaknya mengetahui bahwa ada yang ‘bermain’ dalam hal itu.

“Kita tahu juga sih siapa yang bermain bermain ini. Terus terang saja kita tahu, dan bagaimana pun tidak semua steril kan, bisa kita dengar, bisa kita ikuti.”

“Kita lihat di bawah ini rakyat nggak ada yang pusing kok, jadi ya sudah biarin aja, kita dengerin, kita catat, nanti kita lihat hasil TPS. Hasil TPS itu yang membuktikan kebenaran daripada kerisauan-kerisauan tadi,” bebernya.

Saat ditanya apakah ia sepakat dengan pernyataan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia yang menyebut gerakan para guru besar tersebut adalah skenario, Luhut menyatakan dirinya tidak mengatakan seperti itu.

“Saya nggak bilang begitu. Saya berharap guru besar-guru bear itu lebih arif, itu aja. Dengan toganya itu lebih arif.”

“Dalam suasana seperti ini ngapain nambah-nambah masalah. Kan tinggal lima hari, empat hari, tanggal 19 malam kita sudah tahu presiden terpilih,” tambahnya.

Saat ditanya mengapa ia justru meminta agar para guru besar tersebut lebih arif, padahal seruan mereka karena mereka memegang toga keilmuan, Luhut justru mencontohkan pernyataan Cak Imin.

“Kadang-kadang gini kalau saya lihat, Kita tidak punya informasi lengkap tapi sudah berkomentar, dan akhirnya komentarnya itu nggak jadi benar,” ucapnya.

“Seperti si Imin, dia berani bilang ugal-ugalan, dia ke tambang saja nggak pernah bagaimana dia tahu ugal-ugalan. Saya masih nunggu dia kok, saya bilang eh kamu sana pergi lihat, saya suruh anak buah saya temani setelah itu baru kau nanti bicara sama saya.”

Baca Juga: Luhut Binsar Pandjaitan: Saya Berharap Guru Besar Lebih Arif | ROSI

Hal itu, kata Luhut, sama dengan yang dilakukan oleh para guru besar, yang tidak mengetahui apa yang sepenuhnya dikerjakan oleh pemerintah.

“Jadi sama juga dengan bapak-bapak guru besar ini. Bapak kan nggak tahu apa yang kami kerjakan sepenuhnya.”

“Saya bilang saya mau ke UI, saya bilang saya mau ke UGM, mereka bilang jangan. Ya oke, setelah tanggal 14 saya ke sana, boleh. Supaya kita ketemu, bukan ngomong-ngomong begitu aja,” lanjut Luhut.

Jika sempat bertemu mereka, Luhut menyebut, ia akan menjelaskan semua yang mereka risaukan dan masalahnya.

“Kita jelasin, apa yang Anda punya risau itu, kenapa Anda mengatakan risau, di mana masalahnya? Saya akan jelaskan.”

 

Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Fadhilah

Sumber : Kompas TV


TERBARU