> >

Prabowo: Kalau Ada yang Mengatakan Jokowi Tidak Bisa Bekerja Otaknya Perlu Diperiksa

Politik | 7 Februari 2024, 19:35 WIB
Capres nomor urut 2, Prabowo Subianto saat kampanye di Stadion Baharoeddin Siregar, Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), Rabu (7/2/2024). (Sumber: KOMPAS TV)

MEDAN, KOMPAS.TV - Capres nomor urut 2, Prabowo Subianto menanggapi penilaian Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang melempar pertanyaan apakah Presiden Joko Widodo (Jokowi) bisa bekerja. 

Prabowo menyatakan selama bergabung di Kabinet Indonesia Maju, ia melihat langsung kinerja dan kebijakan Jokowi di pemerintahan. Hasil pengamatan tersebut Prabowo meyakini Presiden Jokowi dapat bekerja memimpin pemerintahan. 

"Setelah saya bergabung, saya melihat dari dekat, saya menjadi saksi, saya mengatakan, Pak Jokowi orang yang sangat bekerja keras untuk rakyat Indonesia. Tidak ada capeknya, tidak ada istirahatnya," ujar Prabowo saat kampanye di Deli Serdang, Sumatera Utara, Rabu (7/2/2024). 

Prabowo merasa heran ada saja pihak yang menilai Presiden Jokowi tidak bisa bekerja. Terlebih pihak tersebut juga menilai kinerja putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, yang kini menjadi pendampingnya. 

Baca Juga: Cerita Ahok soal Hubungan dengan Jokowi: A Friend is Always Loyal

Menurutnya, pihak yang menilai Jokowi dan Gibran tidak bisa bekerja harus dievaluasi. 

"Kalau ada yang mengatakan beliau tidak bisa bekerja, itu orangnya ya, otaknya perlu diperiksa itu," ujar Prabowo, dikutip dari channel YouTube KompasTV. 

Lebih lanjut Prabowo menegaskan jika terpilih, ia dan Gibran tak malu-malu akan melanjutkan program Jokowi.

Prabowo menilai Jokowi telah menunjukkan kenegarawanan karena menerima lawan politiknya masuk ke pemerintahan. Padahal biasanya pemenang Pemilihan Presiden (Pilpres) memilih untuk tidak merangkul lawan politik.

"Beliau ajak saya, beliau rangkul saya bergabung untuk berbakti kepada rakyat Indonesia," ujar Prabowo. 

Penulis : Johannes Mangihot Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV, Kompas.com


TERBARU