> >

Anies-Muhaimin Pakai Jas Hitam dan Dasi di Debat Capres Terakhir, Ini Maknanya

Rumah pemilu | 4 Februari 2024, 19:19 WIB
Pasangan capres-cawapres nomor urut 1, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, mengenakan setelah jas dengan kemeja putih dalam debat capres terakhir 2024 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Minggu (4/2/2024). (Sumber: Tangkapan layar tayangan KOMPAS TV)

 

JAKARTA, KOMPAS.TV - Pasangan capres-cawapres nomor urut 1, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Cak Imin), mengenakan jas hitam dan dasi dalam debat capres terakhir di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (4/2/2024).

Juru bicara Timnas Anies-Muhaimin (AMIN), KH Maman Imanulhaq, mengatakan Anies dan Muhaimin sebelumnya selalu mengenakan kemeja putih atau jas hitam dalam debat capres-cawapres.

Namun, pada debat terakhir malam ini, Anies-Muhaimin mengenakan dasi. Maman menjelaskan, dasi yang dikenakan memiliki makna, yakni satu.

Baca Juga: Kompak Kenakan Jas Warna Hitam, Anies-Cak Imin Tiba di JCC Senayan Hadiri Debat Capres Terakhir

“Di debat terakhir ini, kita disuruh pakai ini, pakai dasi. Ini menjelaskan bahwa inilah satu. Kita ini apa pun adalah satu bangsa, satu negara, satu tujuan untuk Indonesia yang berdaulat, Indonesia yang mandiri, dan Indonesia yang sejahtera,” kata Maman di studio Kompas TV, Minggu.

Maman bercerita, pernah ada masukan untuk mengenakan pakaian yang berbeda dalam setiap debat. Namun, Anies-Muhaimin akhirnya tetap mengenakan jas hitam dan kemeja putih. 

“Pernah ada masukan, bagaimana kalau kita gonta-ganti (pakaian). Jawabannya sederhana, ini hal yang harus kita sikapi di depan publik bahwa pasangan Anies-Muhaimin serius untuk mengelola bangsa dan negara ini,” ungkapnya.

Lebih lanjut, kata Maman, pakaian yang dikenakan pasangan calon nomor urut 1 ini juga mencerminkan konsistensi Anies-Muhaimin.

“Ini poin konsistensi. Bahwa kalau mau mencintai negeri ini harus konsisten. Tidak boleh berubah-ubah hanya karena dorongan kekuasaan, dia melanggar konstitusi, merusak demokrasi dan sebagainya,” jelasnya.

Penulis : Fiqih Rahmawati Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Kompas TV


TERBARU