> >

Timnas Amin Ungkap 3 Kejanggalan Pembagian Bansos dan BLT Jelang Pencoblosan Pemilu 2024

Politik | 1 Februari 2024, 10:17 WIB
Presiden Joko Widodo menyerahkan bantuan pangan beras cadangan pangan pemerintah kepada masyarakat penerima manfaat di Gudang Bulog Sendangsari, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (30/1/2024). (Sumber: Biro Pers Sekretariat Presiden via Kompas.id)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Tim Nasional Pemenangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Timnas Amin) menilai ada kejanggalan terkait gencarnya pemberian bantuan sosial jelang hari pencoblosan Pemilu 2024. 

Juru Bicara Timnas Anies-Muhaimin, Tatak Ujiyati menjelaskan dalam pengamatannya ada tiga kejanggalan terkait pencairan bantuan langsung tunai (BLT) mitigasi risiko pangan akibat dampak El Nino.

Tatak juga menilai pembagian Bansos jelang hari pencoblosan Pemilu 2024 lebih kental unsur politis dibanding tujuan dari Bansos tersebut. 

Kejanggalan pertama, tidak ada kedaruratan. Tatak menjelaskan pemerintah mengeluarkan bantuan langsung tunai (BLT) sebagai mitigasi risiko pangan akibat dampak El Nino. 

BLT ini menggantikan program BLT El Nino yang berakhir Desember 2023. BLT mitigasi risiko pangan ini diberikan selama tiga bulan mulai Januari hingga Maret 2024 sebesar Rp200 ribu per bulan.

Baca Juga: Kucuran Bansos di Tahun Pemilu 2024 Lebih Besar dari Pandemi Covid-19 2021-2022

Namun pencairan bantuan selama tiga bulan sebesar Rp600 ribu dicairkan pada Februari 2024. Di sisi lain, sambung Tatak, BMKG memperdiksi dampak El Nino berakhir Januari atau awal Februari 2024.

"Ketika dampak El Nino sudah ada kenapa memaksa digulirkan pada bulan Februari apalagi dibagikan tiga bulan sekaligus," ujar Tatak di program Sapa Indonesia Pagi KOMPAS TV, Kamis (1/2/2024). 

Kejanggalan kedua yakni adanya unsur yang memaksakan. Tatak menjelaskaan pencairan BLT biasa dilaksanakan di bulan Maret. Hal ini dikarenakan belum ada uang yang masuk ke kas negara dari pajak. 

Kejanggalan ketiga yakni mengapa Presiden Jokowi yang membagikan lansung BLT tersebut. 

Penulis : Johannes Mangihot Editor : Desy-Afrianti

Sumber : Kompas TV


TERBARU