> >

Muncul Pakta Integritas Pj Bupati Sorong Dukung Ganjar, Sahroni: Carmuk Cari Perlindungan Hukum

Politik | 16 November 2023, 08:01 WIB
Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni di Jakarta, Rabu (1/6/2022). (Sumber: Fadel Prayoga/Kompas TV)

JAKARTA, KOMPAS TV - Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni menanggapi munculnya temuan pakta integritas saat penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap Pj Bupati Sorong Yan Piet Moso.

Adapun pakta integritas yang ditemukan KPK tersebut berisi dukungan Pj Bupati Sorong Yan Piet Moso kepada calon presiden atau capres Ganjar Pranowo.

Menurut dia, itu hanya sebuah alat agar terduga koruptor tersebut mendapatkan perlindungan hukum dari perbuatannya. 

Baca Juga: Tanggapan Ganjar soal Pakta Integritas PJ Bupati Sorong untuk Menangkan Dirinya

"Ya, bisa aja dia buat-buat surat, ya kita enggak bisa nuduh seseorang untuk kemenangan kepada paslon tertentu kan carmuk (cari muka) untuk memenangkan paslon tertentu agar terhindar dari segala aspek hukum," kata Sahroni kepada wartawan di gedung DPR, Jakarta, Rabu (15/11/2023). 

Wakil Ketua Komisi III DPR RI itu mengingatkan kepada seluruh pejabat agar tak menyalahgunakan kekuasaannya demi kepentingan pribadi. Sebab, tak ada seorang pun yang bisa terbebas dari hukum di negeri ini. 

"Gue pernah menyampaikan di republik ini tidak ada yang bisa menjamin secara hukum, siapapun dia. Kalau kita tidak hati-hati maka hukum itu berlaku untuk siapapun," kata Sahroni. 

Mahfud MD yang juga calon wakil presiden mendampingi Ganjar Pranowo menyebut, pakta integritas itu terbit pada bulan Agustus 2023.

Pada waktu itu, kata dia, Ganjar Pranowo belum resmi menjadi calon presiden yang diputuskan oleh Komisi Pemilihan Umum atau KPU.

"Itu kan bulan Agustus, belum ada calon-calon resmikan bahasanya," kata Mahfud dikutip dari Kompas.com, Selasa (14/11/2023).

Penulis : Fadel Prayoga Editor : Desy-Afrianti

Sumber : Kompas TV


TERBARU