> >

Penganiayaan Anak Anggota DPR Masuk Pembunuhan, Pakar Psikologi Forensik: Ada Eskalasi Kekerasan

Hukum | 11 Oktober 2023, 07:05 WIB
Pakar Psikologi Forensik Reza Indragiri Amriel saat berbincang di program Sapa Indonesia Malam KOMPAS TV, Selasa (22/11/2022). (Sumber: KOMPAS TV)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Pakar Psikologi Forensik Reza Indragiri Amriel menilai tindakan penganiayaan berat yang dilakukan tersangka Gregorius Ronald Tannur (31) terhadap kekasihnya bisa masuk ke pembunuhan. 

Hal ini lantaran Reza menemukan pola kekerasan yang semakin lama semakin berat yang dilakuakan tersangka kepada korbannya Dini Sera Afrianti atau DSA 29 tahun. 

Pola kekerasan ini ditemukan Reza saat mengamati pemberitaan penganiayaan Ronald, anak anggota DPR terhadap kekasihnya, DSA hingga meninggal dunia. 

Hasil analisis pemberitaan, Reza menjelaskan semula tersangka memukul kaki korban, namun berlanjut dengan serangan ke bagian atas tubuh korban, tepatnya di kepala korban.

Pola lain yakni tersangka menyerang korban dengan tangan kosong, namun meningkat menggunakan alat yang tidak dimanupulasi atau alat yang langsung bisa digunakan tersangka untuk mengekspresikan kekerasan kepada korban yakni botol minuman. 

Baca Juga: Rekonstuksi Penganiayaan Maut oleh Anak Anggota DPR, Polisi Temukan Banyak Fakta Baru

Eskalasi penganiayaan tidak sampai di situ, tersangka menggunakan alat manipulasi yakni mobil untuk menabrak korban dan berakibat fatal.

Reza menilai pergerakan atau pola ini merupakan manifestasi bahwa pelaku masih memiliki kesadaran hingga derajat tertentu walaupun diduga menenggak minuman keras saat melakukan penganiayaan. 

"Dia bisa mengatur pola sedemikian rupa. Alih-alih mengatur atau mengontrol perilakunya untuk menghentikan kekerasan tapi justru melanjutkan bahkan meningkatkan bobot kekerasannya," ujar Reza di program Sapa Indonesia Malam KompasTV, Selasa (10/10/2023).

Reza menambahkan dengan adanya eskalasi pola kekerasan patut diduga pelaku sudah memikirkan atau sudah berimajinasi tentang kematian korban, akibat perilakunya tersebut.

Penulis : Johannes Mangihot Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV


TERBARU