> >

Jokowi: Modernisasi Alutsista Diperlukan, tapi Anggaran Negara Terbatas

Peristiwa | 5 Oktober 2023, 10:41 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi inspektur upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-78 Tentara Nasional Indonesia yang digelar di Monumen Nasional, Jakarta, Kamis (5/10/2023). (Sumber: Tangkapan layar Kompas TV)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan, modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista) sangat diperlukan. Namun, dia juga mengakui anggaran negara terbatas untuk alutsista.

Hal ini disampaikan Jokowi saat memberikan amanat dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 TNI di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Kamis (5/10/2023) pagi.

“Untuk urusan alutsista, memang modernisasi alutsista sangat diperlukan, tapi keuangan negara, anggaran negara, APBN kita sangat terbatas dan untuk kebutuhan kesejahteraan rakyat sangat besar,” ucap Jokowi.

Baca Juga: Tahun Politik, Jokowi Wanti-Wanti Anggota TNI untuk Jaga Netralitas dan Pelihara Watak Ksatria

Kepala Negara pun meminta agar anggota TNI melakukan belanja alutsista secara bijak, termasuk dalam hal cara belanja maupun peruntukan alutsista.

Jokowi juga menegaskan bahwa modernisasi alutsista ini harus menjadi bagian penting dalam pengembangan industri dalam negeri. Untuk itu, belanja alutsista harus melibatkan transfer teknologi, peningkatan sumber daya manusia, dan memprioritaskan produk dalam negeri.

Anggaran yang dimiliki TNI juga harus digunakan dengan bijak. Jokowi dengan tegas mengatakan bahwa anggaran tersebut merupakan uang dari rakyat.

“Terkait dengan ini, saya minta agar anggaran yang dimiliki, karena sulit dalam mengumpulkannya dan merupakan uang dari rakyat, sebisa mungkin harus dibelanjakan dan diputar kembali untuk rakyat,” tegas dia, dipantau dari Breaking News KompasTV.

Krisis pangan

Amanat Jokowi tak hanya bicara soal alutsista, tetapi membahas krisis pangan yang tengah dihadapi saat ini. Ia meminta anggota TNI untuk memiliki kepekaan terkait isu dunia, termasuk krisis pangan akibat perubahan iklim dan akibat terganggunya rantai pasok dunia.

“Karena urusan pangan adalah urusan perut, sangat penting dan penentu stabilitas bangsa.”

Penulis : Fiqih Rahmawati Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV


TERBARU