> >

Pengakuan Korban Lain Anggota Paspampres Praka RM: Diculik Jelang Lebaran, Disetrum hingga Diperas

Hukum | 30 Agustus 2023, 10:38 WIB
Tiga prajurit TNI yang ditetapkan sebagai tersangka penculikan dan pembunuhan Imam Masykur. Ketigianya yakni Praka RM, anggota prajurit Paspampres, Praka J, dan Praka HS. (Sumber: KOMPAS TV)

ACEH, KOMPAS.TV - Korban kekejaman anggota Pasukan Pengamanan Presiden atau Paspampres berinisial Praka RM ternyata tidak hanya Imam Masykur (25), melainkan sejumlah pemuda lainnya satu daerah dengan korban yang tinggal di Jakarta.

Demikian hal tersebut diungkapkan oleh ZF, salah satu korban yang juga pernah diculik, dianiaya dan diperas oleh komplotan pelaku Praka RM. 

Korban ZF menceritakan pengalaman yang membuatnya trauma hingga kini akibat penculikan, penganiayaan dan pemerasan yang dilakukan oleh Praka RM tersebut.

Baca Juga: Kata Mantan Panglima TNI Andika soal Paspampres Culik dan Bunuh Imam Masykur: Jerat Pasal Berlapis

"Sampai sekarang saya belum berani balik ke Jakarta, Bang. Trauma kali saya," kata ZF, Senin (28/8/2023).

ZF pun menceritakan kronologi penculikan sekaligus penganiayaan dan pemerasan yang dialaminya itu. 

Menurut ZF, dirinya ditangkap oleh kompolotan Praka RM dua hari menjelang Idulfitri atau Lebaran pada April 2023. Saat diculik, ZF sedang berjualan di tokonya yang berada di Bekasi, Jawa Barat.

"Saya ditangkap jam 2 siang (14.00 WIB), bulan puasa, dua hari menjelang Idul Fitri," ucapnya kepada Serambinews.com.

ZF mengungkapkan, komplotan yang menculiknya berjumlah empat orang. Salah satu pelaku, kata ZF, menggunakan baju polisi dilengkapi senjata api.

Ia meyakini pelaku yang mengenakan pakaian polisi itu Praka RM. Sementara tiga pelaku lainnya mengenakan kemeja putih. Saat menculik ZF, para pelaku menggunakan masker.

Baca Juga: Motif 3 Anggota TNI Culik dan Bunuh Imam Masykur Belum Bisa Diungkap Secara Lengkap, Ini Alasannya

"Mereka mengaku dari polisi, dan saat berada di mobil, mereka mengaku dari Polda Metro Jaya," ucap ZF.

Ia melanjutkan, saat datang ke tokonya mereka mengamankan telepon seluler atau ponsel, uang yang ada di laci toko, termasuk di celana, dan barang-barang berharga lainnya.

Setelah menculiknya, kata ZF, dirinya dimasukkan ke dalam mobil. Setelah berjalan sekitar 2 kilometer, mobil lantas berhenti. 

Saat itu, ZF mengaku bersama seorang perantau dari Aceh lainnya diperintahkan untuk membuka baju. Lalu, mata mereka ditutup dan diperintahkan tidur di bagasi belakang.

"Setelah itu, mereka turun dari mobil mencari sasaran lain, dapat tiga orang lagi dari dua toko. Semuanya juga orang Aceh," ucap ZF.

Penulis : Tito Dirhantoro Editor : Gading-Persada

Sumber : Serambinews.com


TERBARU