> >

Mengenang Tragedi Bintaro 1987, Kecelakaan Kereta Api Terbesar di Indonesia Menewaskan 156 Orang

Humaniora | 19 Juli 2023, 10:22 WIB
Dua Kereta api yang sedang melaju kencang dalam arah berlawanan, bertabrakan di daerah Pondok Betung, Bintaro, Jakarta Selatan, pada tanggal 19 Oktober 1987 menewaskan 156 orang.(Sumber:Kompas.com)

JAKARTA, KOMPAS.TV- Dua kereta api yang sedang melaju kencang dalam arah berlawanan, bertabrakan di daerah Pondok Betung, Bintaro, Jakarta Selatan, pada tanggal 19 Oktober 1987.

Dua kereta api itu, bernomor 225 Merak dengan Kereta Api 220 Rangkas, telah menewaskan 156 penumpang.

Inilah salah satu peristiwa kecelakaan kereta terbesar dalam sejarah, hingga penyanyi Iwan Fals mengabadikannya lewat lagu berjudul "1910".

Salah satu bunyi liriknya,  “Apa kabar kereta yang terkapar di Senin pagi. Di gerbongmu ratusan orang yang mati. Hancurkan mimpi bawa kisah. Air mata… air mata.

Dikutip dari Harian Kompas 20 Oktober 1987, peristiwa ini bermula ketika Kereta Api 220 Rangkas tujuan Tanah Abang-Merak berangkat dari Stasiun Kebayoran pada Senin, 19 Oktober 1987 pagi.

Sementara dari arah berlawanan KA 225 Merak jurusan Rangkasbitung-Tanah Abang melaju dari Stasiun Serpong. Kedua kereta sama-sama menuju Stasiun Sudimara.

Namun, terjadi kesalahan komunikasi saat masinis kedua stasiun tidak mengetahui ada KA lain yang tengah berada di rel yang sama.

Begitu kedua kereta mendekat, pihak Stasiun Sudimara berusaha mengubah jalur KA 225.

Baca Juga: Imbas KA Brantas Tabrak Truk Trailer Ada Kereta Telat 2,5 Jam, KAI Beri Kompensasi ke Penumpang

Saat itu, KA 225 Merak meluncur dengan kecepatan 30 kilometer per jam di rel yang melintasi kompleks Perumahan Bintaro Jaya, Tangerang Selatan, Banten.

Penulis : Iman Firdaus Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV


TERBARU