> >

Saat Ganjar Bela Jokowi soal Cawe-cawe: Sebagai Kader Partai, Beliau Punya Hak Politik

Rumah pemilu | 2 Juni 2023, 08:28 WIB
Bakal calon presiden (bacapres) dari PDIP Ganjar Pranowo dalam konsolidasi partai di Kantor DPD PDI Perjuangan Banten, Sabtu (27/5/2023). Ganjar Pranowo angkat suara terkait Presiden Jokowi yang menyatakan bakal cawe-cawe di Pilpres 2024 mendatang. (Sumber: ANTARA/HO-PDIP)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Bakal calon presiden (Capres) dari PDIP, Ganjar Pranowo angkat suara terkait Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang menyatakan bakal cawe-cawe di Pilpres 2024 mendatang.

Ia memandang sebagai kader partai Jokowi akan cawe-cawe karena memiliki hak berpolitik.

Pernyataan ini disampaikan Ganjar usai meresmikan Rumah Aspirasi Relawan Ganjar Pranowo Presiden 2024 di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (1/6/2023).

"Artinya soal cawe-cawe sebagai kader partai pasti beliau akan cawe-cawe karena punya hak politik," kata Ganjar.

Kendati demikian, Gubernur Jawa Tengah ini menekankan, Jokowi tidak akan melakukan cawe-cawe jika diartikan sebagai intervensi politik.

“Tapi, kalau cawe-cawe yang selama ini diartikan akan mengintervensi politik dalam arti keseluruhan yang kemudian menjadi tidak fair, saya kira itu tidak akan terjadi," ujarnya.

"Saya percaya beliau sedang menggunakan hak politiknya sebagai kader partai."

Dalam kesempatan itu, Ganjar juga mengomentari terkait bakal Capres dari Koalisi Perubahan untuk Pesatuan, Anies Baswedan yang menilai cawe-cawe Jokowi dapat menjegal salah satu bacapres.

Terkait hal ini, Ganjar kemudian meminta kandidat yang maju sebagai bacapres Pemilu 2024 untuk tidak takut kepada isu-isu menjelang Pilpres 2024.

"Dalam tiap kontestasi pemilu apapun bisa terjadi. Kalau sudah mau nyalon jangan pernah takut untuk isu apapun," ujarnya.

Baca Juga: Mahfud Pastikan Cawe-Cawe Presiden Jokowi di Pilpres 2024 Bukan buat Jegal Anies

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengakui bahwa dirinya cawe-cawe atau mencampuri urusan kontestasi politik menjelang Pilpres 2024.

Pernyataan Jokowi tersebut disampaikan ketika bertemu dengan sejumlah pemimpin redaksi media massa nasional di Istana, Jakarta, Senin (29/5/2023) sore. 

Ia menilai, bangsa ini membutuhkan pemimpin yang bisa menjadikan Indonesia sebagai negara maju pada 2030.

Oleh karena itu, Presiden Ketujuh RI itu menilai, kebijakan dan strategi kepemimpinan berikutnya akan menjadi penentu Indonesia untuk menjadi negara maju atau tidak.

"Karena itu saya cawe-cawe. Saya tidak akan netral karena ini kepentingan nasional," katanya di hadapan para pemimpin redaksi media massa nasional, Senin (29/5).

"Kesempatan kita hanya ada 13 tahun ke depan. Begitu kita keliru memilih pemimpin yang tepat untuk 13 tahun ke depan, hilanglah kesempatan untuk menjadi negara maju," ujarnya.

Baca Juga: Soal Jokowi Cawe-cawe di Pilpres 2024, Jimly Asshiddique: Tidak Ada Larangan secara Hukum, tapi....

Penulis : Isnaya Helmi Editor : Desy-Afrianti

Sumber : Kompas TV


TERBARU