> >

Maarif Institute Gelar Wirid Kebangsaan, Mengenang dan Merawat Pemikiran Buya Syafii

Humaniora | 29 Mei 2023, 06:30 WIB
Mengenang setahun wafatnya Buya Syafii, MAARIF Institute menggelar rangkaian kegiatan bertajuk Wirid Kebangsaan yang dimulai 27 – 29 Mei 2023, di ADA SaRanG (Kiniko Art Room), Bantul, DI Yogyakarta. (Sumber: Dok Maarif Institute.)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Maarif Institute menggelar rangkaian kegiatan bertajuk Wirid Kebangsaan yang dimulai 27 – 29 Mei 2023, di ADA SaRanG (Kiniko Art Room), Bantul, DI Yogyakarta.

Direktur Eksekutif Maarif institute, Abd. Rohim Ghazali mengatakan, acara ini digelar untuk mengenang setahun wafatnya Buya Syafii.

Dia berpendapat acara tersebut juga tidak hanya dimaksudkan untuk mengenang Buya Syafii tetapi juga untuk bisa melanjutkan pemikirannya pasca wafatnya beliau.

"Melanjutkan pemikiran Buya Syafii bukan hanya menjadi tanggung jawab Maarif Institute tetapi juga menjadi tanggung jawab semua anak-anak bangsa," kata Rohim dalam keterangan tertulis, Minggu (28/5/2023).

Menurutnya, semua anak bangsa menjadi pewaris pemikiran-pemikiran Buya Syafii yang sangat brilian dan kritis dalam menyoroti masalah-masalah bangsa.

"(Semua anak bangsa) juga mewarisi keteladanan dan kesederhanaan beliau di tengah kondisi bangsa yang sarat dengan persoalan korupsi, konflik horizontal, intoleransi, dan kekerasan-kekerasan lainnya”, ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, KH. Mustofa Bisri, yang akrab dipanggil Gus Mus menyampaikan, Buya Syafii merupakan sosok yang mempunyai sikap yang tidak banyak dimiliki oleh tokoh lain.

“Orang mau bersikap sederhana itu mudah, bersikap jujur itu mudah, mempunyai tekad perjuangan untuk agama dan bangsa itu mudah, yang sulit adalah terus bersikap seperti itu. Sikap seperti inilah yang ada pada diri Buya Syafii. Buya adalah orang yang istikamah di jalan itu,” ungkap Gus Mus.

Baca Juga: Tadarus Ramadan 2023 Maarif Institute: 2 Dekade Konsisten Rawat Pemikiran Buya Syafii

Buya Syafii menurut Gus Mus juga merupakan pribadi yang tidak pernah punya rasa takut akan berbagi hal, baik itu rasa takut akan kesedihan, hingga hinaan.

“Karena apa? Karena beliau adalah wali Allah, kekasih Allah”, terang Gus Mus.

Penulis : Isnaya Helmi Editor : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : Kompas TV


TERBARU