> >

Survei SMRC: Ganjar Dinilai Paling Bisa Lanjutkan Program Jokowi

Rumah pemilu | 21 Mei 2023, 19:46 WIB
Bakal calon presiden Republik Indonesia dari PDI Perjuangan (PDIP), Ganjar Pranowo, memberi keterangan kepada wartawan usai menghadiri rangkaian acara kunjungan di Manado, Sulawesi Utara, Kamis (18/5/2023). (Sumber: ANTARA/Putu Indah Savitri)

 

JAKARTA, KOMPAS.TV - Hasil survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan Ganjar Pranowo dinilai sebagai bakal calon presiden atau bacapres yang paling bisa melanjutkan program pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Misalnya, untuk melanjutkan program pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), infrastruktur, jalan tol, bandara, pelabuhan, dan lain-lain.

Direktur Riset SMRC Deni Irvani menjelaskan, responden disodorkan empat nama bacapres, yakni Ganjar, Anies Baswedan, Prabowo Subianto, dan Airlangga Hartarto.

Saat ditanya siapakah di antara keempat nama tersebut yang paling bisa melanjutkan program yang telah dijalankan pemerintahan Presiden Jokowi, sebanyak 44,5 persen responden menyebut Ganjar.

"Kemudian calon presiden berikutnya yang dinilai paling bisa melanjutkan program Jokowi adalah Prabowo Subianto dengan 25 persen," kata Deni dalam publikasi hasil survei yang disampaikan secara daring pada Minggu (21/5/2023).

"Jadi jaraknya signifikan hampir 20 persen selisih yang menyebut Ganjar sebagai capres yang bisa melanjutkan program Jokowi dibanding Prabowo."

Kemudian dibawah Prabowo, ada Anies (18,8 persen) dan Airlangga (1 persen).

"Dan ada 10 persen lainnya tidak punya pendapat terkait hal tersebut," ujarnya.

Survei tersebut juga menanyakan pertanyaan siapakah di antara keempat nama bakal capres tersebut yang berkemungkinan besar tidak akan melanjutkan program yang telah dimulai pemerintahan Presiden Jokowi.

Baca Juga: Di Depan Relawan, Anies Singgung Mafia dalam Pemilu hingga Proyek BTS: Semua Ini Harus Dibereskan

"Responnya berbeda, kalau ditanyakan siapa yang tidak akan melanjutkan yang paling banyak disebut adalah Anies Baswedan, dengan 30,3 persen," jelas Deni.

Penulis : Isnaya Helmi Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Kompas TV


TERBARU