> >

Hasil Survei Indikator Sebut Elektabilitas Prabowo Meningkat karena Ada Endorsement Jokowi

Rumah pemilu | 26 Maret 2023, 22:20 WIB
Prabowo Subianto saat bersama Presiden Jokowi di istana negara (Sumber: Kompas TV)

JAKARTA, KOMPAS.TV – Hasil survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan bahwa endorsement dari Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) untuk Prabowo Subianto, menjadi salah satu penyebab meningkatnya elektabilitas Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) tersebut.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan, pola peningkatan elektabilitas seperti yang dialami Prabowo agak jarang ditemukan.

“Terus terang kita agak jarang mendapati pola elektabilitas yang menurun, tiba-tiba meningkat,” tuturnya saatmerilis hasil survei tersebut, Minggu (26/3/2023).

“Ada tidak efek Jokowi? Kalau tidak ada endorsement Pak Jokowi, pemilih Pak Jokowi yang memilih Pak Prabowo ini tinggal menunggu waktu untuk habis.”

Adanya endorsement Jokowi untuk Prabowo, lanjut Burhanuddin, menyebabkan adanya kenaikan elektabilitas Prabowo.

“Kalau kita bandingkan tren jika tidak ada endorsement dan tren setelah ada endorsement, kenaikannya sekitar dua persen.”

Baca Juga: Survei Indikator: Prabowo Ungguli Anies dalam Simulasi Dua Nama Capres

Namun, kata dia, efek endorsement Jokowi pada Prabowo tersebut tidak jelas dampaknya pada pemilih Prabowo di Pilpres 2019 lalu.

Menurutnya, pemilih Prabowo di 2019 sudah banyak yang ‘lari’, bahkan sebelum NasDem mendeklarasikan Anies sebagai capres.

“Kita bisa simpulkan, pemilih Pak Prabowo sendiri yang memilih Pak Prabowo di tahun 2019 itu sudah pada lari, bahkan sebelum Anies dicapreskan oleh NasDem di Bulan Oktober.”

“Siapa yang lari? Terutama basis Islamis,” kata dia.

Hasil survei itu juga menyebut jika pilpres dilakukan dengan simulasi 3 nama, yakni Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, dan Anies Baswedan, maka Ganjar yang keluar sebagai pemenang, dengan elektabilitas 36,8 persen, disusul Prabowo Subianto dengan 27, persen, dan Anies 26,8 persen.

Survei itu juga menyimulasikan 19 nama semi terbuka, dan hasilnya elektabilitas Ganjar Pranowo tetap berada di peringkat pertama, naum stagnan.

Sementara, Prabowo Subianto mengalami kenaikan posiitif dalam beberapa bulan terakhir, dan Anie Baswedan cenderung mengalami tren penurunan.

Demikian pula dalam simulasi 10 nama bakal calon, elektabilitas Ganjar Pranowo tetap berada di peringkat pertama, namun stagnan.

“Polanya sama, Ganjar stagnan, Anies cenderung melemah, Pak Prabowo meningkat dalam beberapa bulan terakhir.”

“Apa kesimpulannya? Pertama, sepertinya top three yaitu Ganjar, Prabowo, Anies sulit digeser karena elektabilitas top three cenderung sticky,” jelasnya.

Kedua, lanjut Burhanuddin, umumnya ketiga kandidat mempunya basis geografis besar. Misalnya Ganjar kuat di Jawa Tengah, Anies kuat di DKI, Banten dan Jabar sebagian, dan Prabowo cenderung dikenal di banyak tempat.

Survei tersebut dilakukan di dua bulan yang berbeda, yang pertama Bulan Februari 2023 dan kedua Maret 2023.

Secara umum, survei itu membahas dinamika elektoral capres pilihan publik, termasuk efek Jokowi endorsement kepada beberapa calon presiden, kemudian juga signifikansi cawapres di mata publik.

Survei dilakukan dengan responden warga negara Indonesia yang mempunyai hak pilih, yaitu mereka yang berusia 17 tahun atau lebih.

Proses pengambilan sampel menggunakan multistage random sampling.

Baca Juga: Ketua DPP Nasdem Soal Ucapan Kepala BIN ke Prabowo: Itu Badan Intelijen Norak

“Pertama adalah survei yang lebih lengkap, yaitu Bulan Februari, tanggal 9-16 di lapangan, jumlah sampelnya 1.200. Margin of error 2,9 persen plus minus dengan derajat kepercayaan 95 persen.”

“Kemudian survei yang fresh from the oven, baru selesai betul, di lapangan tanggal 12 sampai 18 Maret 2023, dengan jumlah sampel 800, dari hampir semua provinsi di Indonesia, dengan margin of error plus minus 3,5 persen,” urainya.

Kedua survei menggunakan metode tatap muka oleh pewawancara yang sudah dilatih, dan memakai quality control dengan cara mendatangi ulang responden yang sudah diwawancarai.

 

Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : Kompas TV


TERBARU