> >

3 Berita Sorotan: Timbunan 500 Ton Minyakita Terbongkar hingga Perayaan Satu Abad NU

Update | 8 Februari 2023, 06:52 WIB
Seorang pedagang menunjukkan minyak goreng murah, Minyakita, dalam sosialisasi yang dilakukan Kemendag di Pasar Tambahrejo, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (6/12/2022). (Sumber: Kompas.tv/Ant/Eric Ireng)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Berikut ini sejumlah berita yang menjadi sorotan pembaca KOMPAS.TV, sepanjang Selasa (7/2/2023) kemarin.

Laporan diawali dengan penimbunan minyak goreng murah Minyakita sebanyak 500 ton di Cilincing, Jakarta Utara.

Kemudian terdapat laporan terkait perayaan satu abad organisasi Islam Nahdlatul Ulama (NU) yang diselenggarakan di Sidoarjo, Jawa Timur, kemarin.

Terakhir terungkapnya pembunuhan sopir taksi online yang mengendarai Avanza berwarna merah bernomor polisi B 1738 FZG diduga dilakukan oleh salah seorang anggota Densus 88.

Berikut rangkuman berita KOMPAS.TV sepanjang Selasa (7/2):

500 ton Minyakita Ditimbun di Gudang Cilincing, Jakarta Utara

Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan menemukan gudang minyak goreng besar yang menimbun sekitar 500 ton Minyakita belum tersalurkan, Selasa (7/2).

Ratusan ton Minyakita produksi Desember 2022 tersebut belum disalurkan karena perusahaan beralasan belum dapat jatah ekspor dari domestic market obligation (DMO) produsen.

Inspeksi mendadak yang dilakukan oleh Zulhas ini juga melibatkan Satgas Pangan. Zulhas meminta kepada satgas untuk segera mengatasi penimbunan ini.

Baca Juga: Terungkap! Ada 500 Ton Minyakita Ditimbun di Gudang Cilincing, Jakarta Utara

"Tapi ada Satgas yang, paling penting persoalan ini nanti diurus Satgas, tapi barang ini agar bisa memenuhi Pasar di Jawa," tutur Zulhas.

Zulhas menargetkan 500 ton Minyakita ini akan rampung didistribusikan di pasar rakyat di wilayah Pulau Jawa dalam tiga hari ke depan.

Satu Abad NU Tuangkan Fiqih Peradaban, Tolak Ide Khilafah

Acara satu abad Nahdlatul Ulama (NU) mengumumkan hasil rekomendasi Muktamar Internasional Fiqih Peradaban I. Hasil piagam tersebut adalah NU dan para ulama dunia menolak ide khilafah.

NU juga mendukung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam upayanya yang terus menjaga perdamaian dunia.

"Cita-cita mendirikan kembali negara khilafah yang dianggap bisa menyatukan umat Islam sedunia, namun dalam hubungan berhadap-hadapan dengan nonmuslim bukanlah hal yang pantas diusahakan dan dijadikan sebagai sebuah aspirasi," ungkap Mutasyar PBNU KH Mustofa Bisri atau Gus Mus, Selasa.

Baca Juga: Satu Abad NU, Warga Nahdliyin Padati Gelora Delta Sidoarjo!

"Piagam PBB dan PBB itu sendiri bisa menjadi dasar yang paling kokoh dan yang tersedia untuk mengembangkan fiqih baru guna menegakkan masa depan peradaban manusia yang damai dan harmonis," jelasnya. 

 

 

 

Penulis : Danang Suryo Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV


TERBARU