> >

Dibongkar Tim Kecil, Anies Baswedan Memang Utang Sandiaga Uno tapi Lunas Saat Kalahkan Ahok

Rumah pemilu | 8 Februari 2023, 06:18 WIB
Kolase foto Sandiaga Uno, Prabowo Subianto, dan Anies Baswedan. (Sumber: Tribunnews)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Perwakilan tim kecil Anies Baswedan, Hendri Satrio, mengaku perjanjian dan utang antara Anies dengan Sandiaga Uno memang ada. Tapi sudah lunas usai mereka menang melawan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Pilgub DKI Jakarta 2027 silam.

Hendri Satrio juga menyebut, perjanjian itu juga tertulis dan diketahui banyak pihak, termasuk dirinya yang waktu itu melihat langsung. 

Ia juga menyebut, dalam perjanjian itu, Anies harus kembalikan semua utang jika kalah. Faktanya, mereka menang. 

"Di perjanjian itu tertulis, kalau kalah, Anies harus mengembalikan semuanya, semua biaya pada saat pilgub, tetapi bila menang, selesai,” ujar Hendri Satrio kepada wartawan di kawasan Cikini, Selasa (7/2/2023).

Baca Juga: Isu Piutang Rp50 Miliar ke Anies, Sandiaga Ngaku Legawa Tak Mau Bahas Lagi: Kami Bersahabat

Jadi, kata dia, usai mengalahkan Ahok dan keduanya jadi pasangan Gubernur DKI Jakarta, piutang tersebut dianggap selesai.

“Jadi pokoknya beres deh, enggak usah dibalikin," ujar pria yang akrab disapa Hensat itu.

Ia menegaskan bahwa perjanjian itu bukan bersifat sudah 'lunas', tetapi 'selesai'.

"Apakah Hensat melihat perjanjian itu? Iya, gue lihat. Tapi kenapa tidak boleh disampaikan, ya memang tidak boleh," ujar Hensat.

Baca Juga: Nasdem Duga Anies Baswedan Sengaja Dibunuh Karakternya soal Isu Utang Rp50 Miliar

Anies baswedan, ungkap Hensat, tidak perlu bayar apa-apa atau melunasi ke Sandiaga karena sudah kalahkan Ahok dan jadi Gubernur DKI Jakarta.

Hensat bahkan klaim, itu yang dilakukan Anies Baswedan adalah budaya baru dalam pilkada ketika dua orang saling berjanji.

Sebab, kata dia, biasanya usai pilkada dan kalah, akan ditanggung bareng. Ini Anies Baswedan utang dan ganti, tapi kalau menang ya selesai.

"Biasanya kalau menang gue balikin, kalau kalah rugi bareng. Ini Anies enggak, kalau kalah gue ganti duit lo, kalau menang kita selesai," ujar dia.

Ia lantas menuding bahwa mengemukanya isu ini untuk mencoreng reputasi Anies yang menuju Pilpres 2024.

Apalagi, diungkap bahwa ada perjanjian politik dengan Prabowo Subianto yang disebut-sebut sebagai upaya untuk jegal Anies Baswedan. 

Penulis : Dedik Priyanto Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV/kompas.com


TERBARU