> >

Dibacakan Gus Mus dan Yenny Wahid, NU Tegas Menolak Khilafah dan Dukung PBB untuk Perdamaian Dunia

Agama | 7 Februari 2023, 13:48 WIB
Gus Mus dan Yenny Wahid bacakan Hasil Rekomendasi Muktamar Internasional Fiqih Peradaban pada Resepsi Satu Abad NU (Sumber: Panitia Satu Abad NU/Suwito)

SIDOARJO, KOMPAS.TV - Dalam resepsi Satu Abad NU yang digelar hari ini, Selasa (7/2/2023) di Sidoarjo, ulama sepuh sekaligus Mustasyar PBNU, KH Mustofa Bisri atau Gus Mus bersama dengan Putri Gus Dur, Yenny Wahid, membacakan hasil  Rekomendasi Muktamar Internasional Fiqih Peradaban I. 

Muktamar Internasional Fikih Peradaban I sendiri digelar sehari sebelum acara puncak Resepsi Satu Abad NU, di Surabaya, Senin (6/2/2023) dan dihadiri ratusan ulama dunia, serta dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden RI KH Ma'ruf Amin.

Hasil Piagam rekomendasi Muktamar Internasional Fiqih Peradaban I disebutkan, NU dan para ulama dunia menolak ide khilafah atau penyatuan umat muslim dalam satu sistem tunggal bernegara. 

Selain itu, dalam pertemuan piagam rekomendasi Muktamar Internasional Fiqih Peradaban itu, NU juga mendukung Perserikatan Bangsa- Bangsa (PBB) dalam upaya untuk terus menjaga perdamaian dunia. 

"Cita-cita mendirikan kembali negara khilafah yang dianggap bisa menyatukan umat Islam sedunia, namun dalam hubungan berhadap-hadapan dengan nonmuslim bukanlah hal yang pantas diusahakan dan dijadikan sebagai sebuah aspirasi," papar Gus Mus, Selasa, diikuti dari Breaking News Kompas TV. 

Baca Juga: Suara Lantang Gus Yahya: Selamat Datang di Abad Kedua Nahdlatul Ulama, Indonesia Diberkahi

"Piagam PBB dan PBB itu sendiri bisa menjadi dasar yang paling kokoh dan yang tersedia untuk mengembangkan fiqih baru guna menegakkan masa depan peradaban manusia yang damai dan harmonis," jelasnya. 

Berikut ini adalah rekomendasi Muktamar Internasional Fiqih Peradaban I yang dibacakan oleh Gus Mus dan Yenny Wahid. 

Baca Juga: PBNU Gelar Muktamar Internasional Fikih Peradaban saat Momen Satu Abad NU

Tekad satu Abad Nahdlatul Ulama

Nahdlatul Ulama berpandangan bahwa pandangan lama yang berakar pada tradisi fiqih klasik, yaitu adanya cita-cita untuk menyatukan umat Islam di bawah naungan tunggal sedunia atau negara khilafah harus digantikan dengan visi baru demi mewujudkan kemaslahatan umat.

Penulis : Dedik Priyanto Editor : Iman-Firdaus

Sumber : Kompas TV


TERBARU