> >

Nasdem Selalu Gaungkan Anies Baswedan, Jokowi Disebut Tidak Nyaman

Rumah pemilu | 1 Februari 2023, 10:53 WIB
Jokowi, Surya Paloh dan Anies Baswedan di pusaran Pilpres 2024, Nasdem didepak? (Sumber: kompas.com)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden Joko Widodo (Jokowi) disebut tidak nyaman ketika Partai Nasdem selalu menggaungkan nama Anies Baswedan untuk Pilpres 2024. 

Hal itu diungkap Direktur Eksekutif Parameter Politik, Adi Prayitno, yang menyebut, isu reshuffle kabinet Jokowi kian menguat lantaran faktor politik dukungan Nasdem tersebut.

"Isu soal reshulle tidak terlepas dari manuver Nasdem. Kalau dilihat gestur politik Jokowi relatif tidak nyaman," kata Adi, Rabu (1/2/2023) di Sapa Indonesia Pagi Kompas TV. 

Ketidaknyamanan Jokowi, kata Adi, terlihat ketika menghadiri sejumlah acara partai politik dan sikapnya terhadap Surya Paloh.  

"Makanya Jokowi selalu bilang di sejumlah acara partai politik, jangan sembrono mencari pemimpin. Lalu, terlihat ketika Jokowi seperti enggan memeluk Surya Paloh berapa waktu lalu," ujarnya. 

Baca Juga: 2 Menteri Nasdem Absen Ratas, Presiden Jokowi: Enggak Ada Kaitannya dengan Reshuffle

Lantas, kata Adi, ketidaknyamanan Jokowi terhadap Nasdem juga terlihat ketika dirinya seperti sengaja tidak hadir di ultah Nasdem beberapa waktu lalu. 

 

Hal itu, katanya, imbas dari dukungan Nasdem secara terus menerus kepada Anies Baswedan, serta pencalonannya untuk bakal calon presiden di Pilpres 2024. 

"Ini pertama kali bagi Jokowi. Padahal di Golkar, Hanura, Perindo dan partai lain, PSI juga kemarin, Jokowi datang. Orang jadi bertanya-tanya, kenapa Jokowi dan Nasdem ini?"

Lalu setelahnya, kata dia, sejumlah elite PDI Perjuangan pun menunjukkan ketidaksukaannya pada Nasdem usai menggeber dukungan kepada Anies Baswedan. 

"PDIP minta menteri Nasdem dievaluasi, diminta gentelmen mundur dari Jokowi. Itu menunjukkan, unsur politik lebih dominan dalam reshuffle kali ini," kata Adi. 

Baca Juga: Anies Baswedan Buka Suara soal Dukungan PKS untuk Pilpres 2024, Janji Koalisi Perubahan Solid

Jadi, kata dia, bukan soal kinerja saja tapi lebih kuat soal politik terkait reshuffle kabinet. 

"Kalau soal kinerja, menteri lain selain dari Nasdem juga perlu dievaluasi. Misalnya, Menteri Ketenagerjaan, lha saat ini banyak orang nganggur, banyak orang miskin. Tapi tidak pernah disinggung reshuffle," ujar Adi.

"Maka saya punya kesimpulan, tendensi politik lebih kuat," ucapnya. 

Penulis : Dedik Priyanto Editor : Desy-Afrianti

Sumber : Kompas TV


TERBARU