> >

Cerita Perjuangan Pelajar di Kolaka Timur, Menyeberang Sungai Bertaruh Nyawa untuk Sekolah

Peristiwa | 23 Januari 2023, 15:42 WIB
Puluhan pelajar SD dan SMP di Kabupaten Kolaka Timur harus menyeberang sungai karena jembatan penyeberangan rusak sejak Oktober 2022 silam dan belum diperbaiki. Pelajar harus bertaruh nyawa untuk bersekolah. (Sumber: Kompas.com/Kiki Andi Pati)

KOLAKA TIMUR, KOMPAS.TV - Menyeberangi Sungai Alaha meski seragam yang dikenakan basah untuk bisa bersekolah menjadi keseharian puluhan pelajar SD dan SMP di Kecamatan Ueesi, Kabupaten Kolaka Timur, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Pelajar dari Desa Tongauna dan Desa Purai di Ueesi tersebut menerjang derasnya arus Sungai Alaha karena jembatan yang menjadi akses satu-satunya rusak sejak Oktober 2022 karena diterjang banjir.

Rakit milik warga menjadi satu-satunya akses terbaik meski kurang memadai untuk digunakan menyeberang derasnya arus sungai tersebut.

Seperti dilaporkan Kompas.com, Senin (23/1/2023) seorang guru SD bernama Akkas menyatakan kegiatan belajar mengajar di sekolah menjadi terhambat akibat kondisi yang dirasakan anak didiknya.

Baca Juga: Penemuan Tengkorak Tergantung di Sumsel Ditemukan Sang Adik yang Hendak Memancing, Dugaan Bunuh Diri

Sungai Alaha akan meluap jika musim hujan tiba. Para pelajar terpaksa tak bersekolah karena tidak ada alternatif lain untuk berangkat sekolah selain melewati jembatan tersebut.

"Kegiatan proses belajar mengajar agak sedikit terhambat. Siswa yang berada di sebelah kampung ini selalu terlambat, karena jembatan rusak berat," ungkap Akkas, Senin (23/1/2023).

Sungai Alaha adalah aliran yang berbatasan dengan Desa Tongauna dan Desa Alaha di Kecamatan Ueesi, Kolaka Timur. Pelajar dari Desa Tongauna terhambat ke sekolah usai jembatan penyebarangan rusak.

Baca Juga: Kasus Pelajar di Ciawi, Mereka Cuma Nge-Dance, Kenapa Dicap Merusak Bangsa? | SINAU

Sementara tak ada jalan lain yang menghubungkan desa tersebut selain harus menyeberangi sungai.

Akkas berharap agar pemerintah segera memperbaiki jembatan yang rusak agar akses para pelajar dan warga bisa segera terhubung. Pasalnya terdapat tiga desa di wilayah itu yang membutuhkan akses.

Sementara itu, pihak pemerintah daerah Kolaka Timur belum berhasil dikonfirmasi terkait kapan perbaikan jembatan yang rusak tersebut.

^

Penulis : Danang Suryo Editor : Purwanto

Sumber : Kompas.com


TERBARU