> >

ICW Bongkar Ada Ruang Gelap di Sipol KPU, Berpotensi Terjadi Kecurangan pada Pemilu

Politik | 12 Desember 2022, 07:13 WIB
Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana di kantor ICW, Jakarta Selatan. (Sumber: Kompas.com/Fitria Chusna Farisa )

JAKARTA, KOMPAS.TV - Indonesia Corruption Watch (ICW) membongkar ada yang tak beres pada Sistem Informasi Partai Politik (Sipol) yang dibuat oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Sebab, Sipol milik KPU tersebut dinilai tidak terbuka. Karena sebab itulah, ada peluang atau potensi terjadinya kecurangan di situ.

Baca Juga: ICW: Nurul Ghufron Merasakan Sendiri Pahitnya UU KPK Versi Revisi

Demikian diungkapkan oleh Peneliti ICW Kurnia Ramadhana dalam diskusi bertajuk “Jelang Pengumuman Verifikasi Faktual Partai Politik: Tolak Pemilu Curang!” di YouTube Sahabat ICW, Minggu (11/12/2022).

“Kami melihat di sana, karena ada ruang gelap di situ, ada potensi kecurangan yang mungkin akan terjadi,” kata Kurnia.

Kurnia menyadari bahwa memang tidak semua data dalam Sipol KPU dapat disampaikan kepada publik. Sebab, kata dia, ada undang-undang yang mengatur soal perlindungan data pribadi.

 

Namun, Kurnia meminta agar KPU dapat memberikan informasi kepada publik mrngenai proses perkembangan verifikasi faktual partai politik jelang pemilu 2024.

Baca Juga: Politikus PDIP ke Bamsoet: Jangan Khianati Rakyat dengan Minta Penundaan Pemilu 2024

“Kami pasti memahami itu ada undang-undang tersendiri, ada Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi, tapi bagaimana proses perkembangannya itu yang tidak bisa diakses masyarakat,” ucapnya.

Penulis : Tito Dirhantoro Editor : Desy-Afrianti

Sumber : Kompas.com


TERBARU