> >

Jelang Pernikahan Kaesang 10 Desember, IPW Ingatkan Polri soal "Lone Wolf" Imbas Bom Astana Anyar

Peristiwa | 7 Desember 2022, 15:12 WIB
Anggota Brimob Polda Jabar meminta warga untuk mundur saat proses sterilisasi tempat kejadian perkara dugaan bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar, Bandung, Jawa Barat, Rabu (7/12/2022). (Sumber: ANTARA/RAISAN AL FARISI)

BANDUNG, KOMPAS.TV -  Indonesia Police Watch (IPW) ingatkan Polri agar berhati-hati adanya pelaku teror yang bergerak sendiri atau lone wolf imbas bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar, Bandung, Rabu (7/12/2022).

Apalagi, kata dia, sebentar lagi akan ada hajatan besar pernikahan putra Presiden Jokowi, yakni Kaesang Pangarep bersama Irena Gudono yang terjadi pada tanggal 10 Desember 2022 mendatang. 

"IPW menduga pelaku adalah lone wolf, pelaku teror yang bergerak sendiri yang terinspirasi faham teroris dan bergerak perorangan," kata Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

 

Menurut Sugeng, Polri harus mewaspadai gerakan lone wolf tersebut di seluruh wilayah Indonesia, khusnya di Jawa Tengah, menjelang tanggal 10 Desember 2022, di hari pernikahan Kaesang tersebut. 

Hal tersebut, kata dia, dikarenakan di acara itu akan terjadi pemusatan tokoh-tokoh nasional. Sehingga pengaman harus ketat.

"Keberhasilan Densus 88 menangkap empat terduga teroris di Sukoharjo, Jawa Tengah, wilayah dekat dengan perhelatan pernikahan anak Presiden patut diapresiasi sehingga lone wolf bergerak ke wilayah Jawa Barat," ujar Sugeng.

Baca Juga: Kapolri Ungkap Identitas Pelaku Bom Bunuh Diri di Polsek Astana Anyar: Residivis Bom Cicendo

Untuk mencegah kejadian serupa tak terulang lagi, menurut Sugeng perlu diperkuat peran Bhayangkara pembina keamanan dan ketertiban masyarakat (Bhabinkamtibmas).

 "Peran Bhabinkamtibmas dengan program Polmas harus diperkuat untuk mendeteksi dini potensi pergerakan lone wolf di sekitar warga," ucap Sugeng.

Sebelumya seperti diberitakan, total ada 11 orang jadi korban ledakan bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar.

Dari jumlah itu, ada 10 korban merupakan anggota polri, dan 1 orang warga biasa yang kebetulan melintas. Adapun satu orang polisi dinyatakan meninggal dunia jadi korban ledakan bom tersebut, yaitu bernama Aipda Sofyan. 

Baca Juga: 10 Anggota Polisi dan 1 Warga Sipil Jadi Korban Ledakan Bom di Polsek Astana Anyar

Penulis : Dedik Priyanto Editor : Iman-Firdaus

Sumber : Kompas TV/Antara


TERBARU