> >

Beredar Kabar Ketidakhadiran Jokowi di Munas KAHMI Libatkan Intelijen Daerah, Panitia Membantah

Peristiwa | 27 November 2022, 06:43 WIB
Wakil Presiden Maruf Amin (kanan) menyampaikan sambutan pada pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) ke-11 Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) di Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (25/11/2022). (Sumber:   ANTARA FOTO/Basri Marzuki/rwa)

JAKARTA, KOMPAS.TV- Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) menyayangkan adanya pesan berantai di media sosial yang mengaitkan keterlibatan Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) pada  pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Ke-11 KAHMI di Palu, Sulawesi Tengah,Jumat (25/11/2022) .

"Selama rapat koordinasi dan pertemuan dengan pimpinan daerah, BIN tidak pernah terlibat," kata Ketua Panitia Daerah Munas KAHMI Tavip di Palu, Sabtu malam (26/11/2022) dikutip dari Antara.

Pernyataan itu disampaikan terkait munculnya pesan berantai dengan judul "Jokowi Gagal Membuka Munas KAHMI, Kenapa?".

Menurut dia, opini itu cenderung menyudutkan lembaga negara yang tidak pernah terlibat langsung dalam memberikan saran dan masukan.

"Sangat disayangkan adanya opini itu, dengan latar belakang penulis yang belum bisa dipertanggungjawabkan secara akademis," katanya menegaskan.

Baca Juga: Wakil Presiden Membuka Musyawarah Nasional KAHMI di Palu

Sementara itu, Ketua Majelis Wilayah (MW) KAHMI Sulawesi Tengah Andi Mulhanan Tombolotutu mengatakan tulisan itu terlalu berlebihan dengan sumber yang belum dapat dipertanggungjawabkan.

"Binda hadir dalam rapat resmi atau rapat koordinasi di mana yang terkonfirmasi resmi hadir adalah wakil presiden," jelasnya.

Dia menegaskan tidak pernah ada pertemuan dengan Binda Sulteng, bahkan memberikan masukan jika Presiden Jokowi kalah pamor dengan Anies Baswedan jika mereka menghadiri munas di Palu.

Hal itu dibenarkan Tim Ahli Gubernur Sulteng Ridha Saleh jika Binda aktif berkoordinasi terkait agenda kunjungan presiden atau wakil presiden, termasuk agenda tambahan pemerintah daerah yang berpotensi menjadi kunjungan di Sulteng.

Dalam pesan berantai yang ditulis oleh Ayu Nitirahajo, dipaparkan keterlibatan intelijen daerah dalam acara pembukaan KAHMI. Dalam tulisan tersebut disebutkan bahwa awalnya Presiden Jokowi akan hadir membuka munas KAHMI, namun batal dua hari jelang acara. 

Pembatalan karena ada Anies Baswedan yang ikut hadir di acara pembukaan tersebut. Begini bunyi pesan berantai itu:

 

Jokowi membatalkan kedatangan pada Pembukaan Munas KAHMI XI di Palu, 25 November 2022. Pembatalan terjadi H-2 sebelum acara. Bagaimana ceritanya?

Kota Palu menjadi saksi kemeriahan Munas KAHMI XI. Mungkin ini menjadi Munas paling meriah dalam sejarah penyelenggaraan Munas KAHMI. Presiden bahkan terjadwal hadir membuka acara tersebut. Presiden menyatakan kesediaanya dan rencananya untuk membuka Munas. Pernyataan tersebut disampaikan saat menerima audiensi Pengurus MN KAHMI waktu itu.

Penulis : Iman-Firdaus

Sumber : Kompas TV


TERBARU