> >

Polisi di Palmerah Diduga Rasis ke Warga yang Ogah Beri Pungli, Ujungnya Minta Maaf

Peristiwa | 25 November 2022, 06:45 WIB
Kapolsek Palmerah mediasi dengan warga bernama rezky usai viral dugaan rasisme (Sumber: Tribun Jakarta)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Sejumlah anggota polisi di Polsek Palmerah, Jakarta Barat, diduga berlaku rasis terhadap seorang warga yang melaporkan kehilangan tabungan. Warga itu ogah memberi pungutan liar (pungli) atas laporan dibuat. 

Warga itu bernama Rezki Achyana, yang  pada Kamis (24/11/2022) sore melaporkan buku tabungannya hilang ke Polsek Palmerah.

Ia diduga diteriaki rasis dengan menyebut suku 'Padang' dan 'Padang Pelit' oleh anggota polisi Polres Palmerah tersebut.

Teriakan itu dipercaya karena Rezki tidak mau memberi pungutan liar usai bikin laporan. Lalu Rezki pun mencuitkan peristiwa tak mengenakan yang dialami dan viral. 

Buntutnya, Kapolsek Palmerah, AKP Dodi Abdulrohim menemui langsung rezki dan mediasi, ujungnya pihak polisi minta maaf. 

"Kasusnya sudah selesai (mediasi-red).  Saya baru aja balik dari Polrek Palmerah, ya sudah damai," kata Rezky saat dihubungi KOMPAS.TV via akun twitternya @rezkiachyana Kamis (24/11/2022) malam. 

Kronologi Kasus 

Kasus ini bermula ketika Rezki datang untuk melapor buku tabungannya yang hilang. Bukannya dilayani secara baik, polisi ini malah mentertawakan Rezki saat melapor pada Kamis (24/11/2022) sore.

Ia lantas mencuitkan hal itu, dan disebut diteriaki Padang pelit.

"Habis laporan kehilangan, polisinya bilang,'Terima kasih doang? saya jawab 'iya'. Terus keluar ruangan, polisinya teriakan, 'Padang! Dasar padang pelit," cuitnya. 

Tak terima ia pun melaporkan hal tersebut dan menceritakan kepada Kapolres Palmerah. Pertemuan pun keduanya berlangsung Kamis malam di Polsek Palmerah. 

Penulis : Dedik Priyanto Editor : Iman-Firdaus

Sumber : Kompas TV


TERBARU