> >

Fakta-Fakta Dua Hari Berturut-turut Munas HIPMI Ricuh: Ada Peserta Lapor Polisi

Peristiwa | 23 November 2022, 15:48 WIB
Musyawarah Nasional Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Solo, Jawa Tengah, diwarnai kericuhan. Peserta saling adu jotos di lokasi Munas (21/11/2022). (Sumber: Tribunnews.com)

SOLO, KOMPAS.TV - Kericuhan yang terjadi dalam Musyawarah Nasional Himpunan Pengusaha Muda Indonesia alias Munas HIPMI XVII di Kota Solo, Jawa Tengah, pada Senin (21/11/2022) tengah menyita perhatian masyarakat.

Forum yang pagi harinya dibuka oleh Presiden Joko Widodo  atau Jokowi, malamnya ricuh. Peserta Munas HIPMI bahkan saling adu jotos.

Padahal, pada pembukaan tersebut, Jokowi berpesan kepada para pengusaha muda untuk saling menjaga kepercayaan agar keberlangsungan bisnis bisa dilakukan. 

Baca Juga: Pagi Dibuka Jokowi, Malamnya Munas HIPMI Ricuh Peserta Adu Jotos

Tak hanya itu, Munas HIPMI pada hari kedua tepatnya Selasa (22/11) malam ternyata kembali ricuh karena adanya perbedaan pendapat. Para peserta bahkan naik ke panggung.

KOMPAS.TV merangkum sederet fakta mengenai kericuhan di Munas HIPMI yang terjadi dua hari berturut-turut.

Penyebab kericuhan Munas HIPMI hari pertama

Ketua Organizing Committee (OC) Munas HIPMI Muhammad Ali Affandi mengatakan, kericuhan itu terjadi karena adanya kesalahpahaman. Para peserta juga kelelahan sehingga mudah tersulut emosi.

Ali bilang, peserta sudah berada di lokasi sejak pukul 07.00 WIB. Acara yang seharusnya kelar pukul 22.00 WIB, molor hingga pukul 24.00 WIB.

“Akibat peserta kelelahan karena padatnya agenda Munas sejak pagi hingga tengah malam. Pada dasarnya Panitia Munas sudah membrief kepada peserta agar seluruh tahapan berjalan humanis dan baik," kata Ali dalam keterangan tertulisnya, Selasa (22/11).

Baca Juga: Munas HIPMI Ricuh, Ketua Panitia: Dipicu Salah Paham karena Peserta Kelelahan

Peserta lapor ke polisi

MMA (40), salah satu pengusaha muda yang berada di lokasi Munas HIPMI, melapor ke polisi karena mengaku menjadi korban kericuhan Munas HIPMI.

Penulis : Fiqih Rahmawati Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV, Kompas.com


TERBARU